“Madzhab” bagi tradisionalis itu penting dan itu tidak salah. Karena “kemapanan” dan “keamanan” itu adalah pondasi utamanya.

Mereka merasa dipandu dan dibimbing oleh orang yang terpandang dan kredibel itu, lebih aman dan lebih selamat.

Sedangkan bagi modernis yang penting adalah “tarjih”, dan itu tidak salah juga. Karena “kebebasan” dan “argumentatif” itu adalah pondasi utama mereka.

Mereka tidak merasa berat untuk berpindah dari suatu fiqh ke fiqh lain, yang dirasa lebih argumentatif dan lebih benar daripada pendapat yang semula mereka pegang. Nature mereka adalah memiliki daya kritis tinggi dan rasa ingin tau besar.

***
Ini itu bahas sikap fiqh ya, bukan sikap manhaj. Mohon jangan strawman hat.

Anyway perlu dicatat juga bahwa tiap-tiap faksi fiqh itu ada “penjaranya”, yang kadang orang baik terperangkap di sana. Dan ada juga “kriminalnya” yang bebas berkeliaran mengganggu orang lain.

Advertisements