Memasang foto atau gambar dari Syaikh, atau Habib, atau Kyai, atau Tuan Guru, atau Wali, atau yang semisal;

baik itu di rumah, tempat pertemuan, tempat usaha seperti kios, warung, tempat makan, dll.

Yang dilakukan untuk tujuan penglaris, tolak bala, biar berkah (tabaruk), dan yang semisal.

Maka ini termasuk kesyirikan.

Syirik besar atau kecil?

Jika dia menganggap bahwa karena foto atau gambar itulah tempat usahanya menjadi laris dan tertolak dari bala, maka ini syirik besar.

Jika dia menganggap bahwa tempat usahanya itu laris dan tertolak dari bala karena bersumber dari Allah saja, dan foto atau gambar itu hanya dipasang sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah saja. Serta tidak menyerahkan bentuk atau jenis-jenis ibadah kepada foto atau gambar itu. Maka ini termasuk syirik kecil.

Dan syirik kecil merupakan perantara atau bisa berubah menjadi syirik besar, apalagi jika dia tidak tahu ilmu masalah apa itu syirik dan apa itu tauhid.

Adapun jika dia menyerahkan bentuk2 peribadatan kepada foto atau gambar itu; baik itu berupa doa, penyembelihan, dan yang semisal; maka ini adalah syirik besar walaupun ini hanya dianggap sebagai suatu sarana perantara tawassul atau tabaruk agar mendekatkan diri kepada Allah.

Ibadah itu adalah hak Allah, dan tidak boleh diserahkan kepada selain Allah. Baik itu dengan tujuan sebagai “tandingan” selain Allah, ataupun hanya sebagai “perantara” kepada Allah.

Walloohu A’lam

Advertisements