Sejauh yang kami tahu,
sholat dengan isbal itu hukumnya sah. Baik kita ikut bermakmum terhadap imam yang isbal, ataupun kita sendiri yang sholat dengan isbal.

Adapun hadits yang mengatakan tidak sah dan harus mengulangi lagi sholatnya karena isbal, maka haditsnya itu dhoif (lemah) dan didhoifkan oleh Syaikh Albani rohimahulloh.

Shohabat yang terkenal Isbal ketika sholat setahu kami adalah Ibnu Mas’ud. Dan beliau sama sekali TIDAK PERNAH mendapatkan dispensasi dari rasulullah untuk boleh isbal, baik itu ketika sholat ataupun di luar sholat.

Satu satunya sahabat yang mendapatkan dispensasi dari rasulullah untuk boleh isbal itu hanya Abu Bakar saja.

Dan alasan (illat) dispensasi Abu Bakar yang “resmi” diberikan oleh rasulullah, secara dhohir berbeda dengan yang dilakukan oleh Ibnu Mas’ud yang tidak mendapatkan dispensasi resmi dari Rasulullah.

Adapun secara maqshud, maka insya Allah sama.

***
Harapan kami menerangkan hal itu di atas, agar masalah isbal ini dianggap sebagai pembahasan fiqh khilafiyyah yang lumrah saja.

Bukan untuk dimasukkan ke dalam pembahasan manhajiyyah, apalagi dimasukkan ke dalam pembahasan masalah aqidah.

Advertisements