Umroh yang diikutkan dengan Haji, maka itu dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa. Dan hadits ini dilanjutkan dengan khabar bahwa balasan haji mabrur itu tidak lain hanyalah surga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Dan tidak ada pahala balasan bagi haji yang mabrur kecuali surga” [HR. Tirmidzi no. 810, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Silsilah As-Shahihah no. 1200]

Jadi insya Allah jangan takut miskin gara-gara haji. Justru hal itu akan menghilangkan kemiskinan kita. Mintalah kekayaan juga jika mau ketika haji, akan tetapi jangan lupa minta agar haji yang kita lakukan itu mabrur.

Umroh pun juga demikian.

****
Sekarang mari kita belajar jenis-jenis haji, karena ini berkaitan erat juga dengan perkataan “ikutkanlah umroh kepada haji”. Maksudnya gimana itu? Umroh yang diikutkan dengan haji itu erat kaitannya dengan jenis-jenis haji?

Penasaran kan? Mari kita ikuti penjelasan di bawah ini.

Haji itu oleh para ulama dibagi menjadi 3 :
1. Haji Tamattu’ (ini yang kita bahas dari kemarin, dan inilah jenis hajinya orang Indonesia)
2. Haji Qiron
3. Haji Ifrod

1. Haji Tamattu’
Haji tamattu’ itu adalah kita melakukan umroh dulu baru haji setelahnya.

Yakni umroh waktu bulan-bulan haji (syawwal, dzulqo’dah, dan awal dzulhijjah), lalu muqim dulu sekitar mekkah sambil menunggu 8 dzulhijjah waktu haji (jika haji Tarwiyah) atau 9 dzulhijjah (jika haji Arofah) sambil senang-senang (Tamattu’) di sekitar Mekkah. Baru ketika sudah datang waktu haji, kita susulkan umroh kita itu dengan haji.

Maka dari itu ini namanya haji tamattu’, haji senang-senang. Tamattu’ itu memang artinya senang-senang.

Haji Tamattu’ dikenakan dam (denda menyembelih hewan sembelihan)

2. Haji Qiron.
Qiron itu artinya tali penuntun unta agar dia mengikuti kita. Sedangkan kalau Qorin itu artinya yang terikat dengan kita sehingga senantiasa mengikuti kita, maka ada istilah jin Qorin yang senantiasa mengikuti kita dan membisiki kita ajakan jahat.

Sehingga Qiron itu adalah yang selalu mengikuti kita karena dia terikat dengan kita.

Adapun prakteknya Haji Qiron itu adalah kita mengikatkan untuk mengikutkan niat Umroh kita ke dalam niat Haji kita. Jadi ada 2 niat dalam satu praktek pekerjaan haji kita. Yakni niat Umroh dan niat haji

Jadi simple-nya, kita datang ke mekkah setelah ganti baju ihrom di miqot dan talbiyah. Lalu thowaf qudum (thowaf kedatangan) dan sa’i jika memang waktunya masih cukup seperti umroh biasa, tapi kita disini tidak Tahallul (memotong rambut) setelahnya.

Jika waktunya tidak sempat sa’i, sa’i nya kita niatkan berbarengan dengan sa’i setelah thowaf ifadhoh setelah wuquf Arofah. Makanya namanya haji qiron itu memang menggabungkan dua niat dalam satu praktek.

Karena waktu thiwaf qudum kita tidak tahallul seperti haji Tamattu’ yang kita jelaskan dulu. Sehingga otomatis kita tidak boleh melepas baju ihrom, dan larangan ihrom tetap berlaku bagi kita. Kemudian kita menunggu sebentar, lalu tanggal 8 atau 9 dzulhijjah kita sambung dengan rangkaian haji.

Biasanya haji Qiron ini dilakukan oleh jamaah yang kena kloter akhir banget, atau yang baru bisa sampai ke Mekkah detik-detik akhir. Yang mana waktunya yang sudah “mepet banget” dengan waktu haji (8 dzulhijjah bagi haji Tarwiyah, dan 9 Dzulhijjah bagi haji Arofah). Sehingga tidak ada waktu luang lagi, dan nggak bisa senang-senang dulu.

Baca : kadang namanya penerbangan dan perjalanan haji itu tidak bisa kita duga. Apalagi kalau jadwal penerbangannya seluruh dunia menuju ke Saudi. Jadi mungkin kita bisa jadi baru sampainya detik2 akhir.

Haji Qiron ini juga dikenakan dam (denda menyembelih hewan sembelihan).

3. Haji Ifrod
Ifrod itu artinya sendiri, atau memisahkan sesuatu yang mulanya bergabung menjadi berpisah dan sendiri-sendiri.

Tau sholat munfarid kan? Ya benar, itu artinya sholat sendirian. Lho btw kok antum tau? Kebiasaan sholat munfarid ya? Jangan gitu. Asalnya seorang laki-laki itu sholat wajibnya bergabung dan berjamaah di masjid.

Jadi haji ifrod itu maksudnya adalah hanya berniat melakukan haji saja, dan tidak digabungkan dengan Umroh. Prakteknya dia setelah berganti baju ihrom dari miqot, dia langsung melaksanakan haji hingga selesai.

Umrohnya boleh dia lakukan setelah haji selesai kalau dia mau. Tidak juga tidak mengapa.

Haji ifrod ini biasa dilakukan oleh penduduk Mekkah dan sekitarnya yang muqim di situ. Kenapa? Ya karena kalau mereka mau umroh, mereka mudah saja melakukan sewaktu-waktu. Kan mereka dekat dengan masjidil harom.

Selain itu juga agar memberikan kesempatan para jamaah dari tempat lain atau negara lain, agar juga mudah melakukan umroh dulu sebelum haji.

Para penduduk Makkah dan sekitarnya juga tidak bisa sembarangan untuk pergi haji kapanpun mereka mau. Karena ini adalah event internasional, dan seluruh saudara mereka dari berbagai belahan dunia juga ingin haji. Pemerintah Saudi menetapkan bahwa bagi penduduk Saudi yang mau haji, maka dia harus mengantongi Tasrih (izin) untuk haji dari pemerintah Saudi setelah melewati proses administrasi. Demikian yang sedikit kai ketahui.

Adapun bedanya yang lain dari Haji ifrod ini dibandingkan dengan Haji tamattu’ dan haji Qiron. Haji Ifrod tidak dikenakan dam (denda menyembelih hewan sembelihan). Sedangkan haji tamattu’ dan haji Qiron dikenakan dam (denda menyembelih hewan sembelihan).

****
Mas, nanya nih. Kan kemarin antum jelasin haji for dummies nya baru sampai bagian 3? Baru sampai masalah Umroh dan Thowaf Qudum gitu. Dan katanya nanti mau dilanjutkan dengan menjelaskan ke jenis2 thowaf lainnya, baru kembali lagi ke masalah rangkaian ibadah haji.

Nah ini kok tiba2 langsung loncat ke bagian 5 sih?

Hehe, iya mas. Harusnya gitu.
Tapi mood saya kebetulan lagi pengen nulis masalah keutamaan haji dan henis-jenisnya. Jadinya ini duluan yang saya tulis….

Tapi saya tau urutan kok. Makanya ini saya masukkan ke bagian 5. Bagian 4 nya tetap kita lanjutkan ke masalah jenis-jenis Thowaf. Nah bagian 6 dan seterusnya insya Allah kita kembali lagi ke masalah rangkaian haji.

Insya Allah gampang dan mudah difahami semuanya kok.

Kalau ada koreksi dan berbagi pengalaman, maka dipersilahkan lho…

-bersambung-

Advertisements