Setau saya, jebakan free thinker terhadap dalil-dalil yang jelas itu pertama kali dicetuskan oleh Iblis kepada Nabi Adam alaihis salaam.

Bukankah larangan “jangan dekati pohon itu” sangat jelas?

Pada zaman sekarang ini jebakan free thinker terhadap dalil yang jelas, tampaknya bertransformasi dengan model ajakan brainstorming “kalau begini bagaimana?”, “kalau begitu bagaimana?”, “Bagaimana dengan yang terjadi pada waktu itu?”, dll.

“Dasar kamu ini orang pemahaman rusak dan perusak! Nggak bisa diajak mikir”
(Baca : “Dasar kamu ini Talafi !”. Talaf itu artinya rusak atau merusak)

***

Talbis iblis itu bisa terkena kepada siapa saja, baik yang ‘alim apalagi yang jahil.

Kitab Talbis Iblis tulisan Ibnul Jauzi rohimahulloh itu setau saya, justru lebih banyak menyoroti talbis iblis yang menimpa orang-orang yang pandai.

Advertisements