Saya menulis :

Kalau ada orang titip salam jangan dibalas wa ‘alaihis salaam. Ingat haditsnya itu hanya berkaitan mengenai malaikat Jibril titip salam untuk Aisyah lewat Rasulullah.

Rasulullah sendiri tidak pernah ada riwayat titip salam.

Komentar saya :
tidak ada ulama yang memahami dengan cara taqyid (membatasi) seperti itu.

Al-‘Ibratu Bi ‘Umûmil Lafzhi, Lâ Bi Khushûshis Sabab
(Yang Menjadi Patokan Adalah Keumuman Lafazh dan Bukan Sebab Yang Khusus)

Tidak adanya riwayat bukan berarti tidak ada pemahaman dan keabsahan istinbath dalil.

***

Ini status tanggapan atas status “jawaban wa fiik barakallah” ya mas?

***

Tanya :

Jawabnya apa?

Jawab :

Kalau mau secara bahasa Arab yang benar, maka jawabnya wa ‘alaihis salaam wa rohmatulloohi wa barokaatuh kalau yang titip salam itu laki laki.

Kalau yang titip salam perempuan, dijawab wa ‘alaihihas salaam wa rohmatulloohi wa barokaatuh.

Jadi diganti dhomir atau kata ganti orangnya

Tanya :

kl yg menyampaikan perlu gak mendapat cipratan jawaban salam nya? (pernah baca dmn gt, blm komprehensif pahamnya)

Jawab :

Ya, boleh dapat cipratan sebagaimana yang dilakukan oleh khodijah dan Aisyah ketika menjawab salam Jibril yang disampaikan Rasulullah.

Tapi yang saya fahami itu tidak wajib. Walloohu A’lam

Balasan :

جَزَاكُمُ اللَّهُ خَيرًا

Jawab :

Wa anta jazakalloohu khoiron

*moga moga nggak ada yang protes karena balas doa

***

Tanya :

Menjawab titipan salam dg walaikumussalaam warahmatullaah wabarakatuh juga boleh mungkin pak Kautsar Amru.. Secara kita menjawab salam untuk satu orang dg dhamir jamak bukankah boleh? Bener nggak?

Jawab :

Kurang tepat.

-Kum itu dhomir jamak untuk orang kedua yang kita ajak bicara. Sedangkan orang yang titip salam itu orang ketiga.

Kalau mau jamak untuk orang ketiga, maka jadinya -hum atau -him (jika menjadi majrur atau didahului harful jar).

Jadinya “wa ‘alaihimis salaam..”

Agak ribet dan jarang dipakai oleh orang Indonesia kan? Tapi kalau secara grammatical ini yang benar

Diskusi :

Maksudku gini pak Kautsar Amru.. Secara yang dapat titipan salam itu kena juga dengan jawaban salam gitu. Misal saya katakan ke pak amru, “Pak dapat salam dari mas fulan..” Nah pak amru jawab dg dhamir kum itu utk saya krn saya dapat hadiah jawaban salam antum jg pak.. meski yg satunya lg ghaib. Boleh dong pak?

Jawab :

Asal tau sama tau sebenarnya ya gpp. Karena bahasa itu yang penting maksud kita tersampaikan.

Tapi kalau secara bahasa dan juga contoh jawaban dari Khodijah dan Aisyah ketika menjawab titip salam Jibril yang disampaikan oleh Rasulullah, maka Khodijah dan Aisyah menyebutkan dua duanya.

Baik yang hadiah salam kepada rasulullah dengan tata bahasa orang kedua, dan juga jawaban dalam kepada Jibril dengan tata bahasa orang ketiga.

Penutup :

Nggih pak. Makasih respon antum. Saya seneng sama antum.

***

Tanya :

Melu-melu komen ah men diarani pinter 🙂

Lah kalo um pada antum kan ga tepat juga mas bukankah harusnya anta …. tapi lazim katanya buat penghormatan mosok sih ya

Jawab :

Secara kebiasaan lazim bahasa Arab, itu boleh dan tidak mengapa pak.

Rasulullah sendiri juga pernah diberi salam dengan “Assalamualaikum”, bukan “Assalaamu ‘alaika”, dan hal itu tidak masalah.

Mari kita coba tengok bukti hadits berikut ini,

‘Imran bin Hushain Radhiyallahu anhu, ia berkata:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ، فَرَدَّ عَلَيْهِ ثُمَّ جَلَسَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَشْرٌ، ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ، فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ فَقَالَ: عِشْرُوْنَ، ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ فَقَالَ ( ثَلاَثُوْنَ ).

“Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengucapkan, ‘Assalaamu‘alaikum.’ Maka dijawab oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia duduk, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sepuluh.’ Kemudian datang pula orang lain (yang kedua) memberi salam, ‘Assalaamu ‘alaikum warahmatullaah.’ Setelah dijawab oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ia pun duduk, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Dua puluh.’ Kemudian datang orang yang lain lagi (ketiga) dan mengucapkan salam: ‘Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh.’ Maka, dijawab oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia pun duduk dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tiga puluh.’” [HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 986, Abu Dawud no. 5195 dan at-Tirmidzi no. 2689 dan beliau menghasankannya]

***

Tanya :

Afwan, Jd klo ada yg titip salam, apa yg seharusnya kita lakukan akhi??

Jawab :

Ya kita balas salamnya.

Kalau kita dititipi, ya kita sampaikan salam nya kepada orangnya

Advertisements