Orang yang akhlaknya baik itu tidak mesti orang yang kerjaannya harus selalu “meng-entertain” orang lain. Kenapa? Karena orang yang akhlaknya baik itu bukan entertainer, apalagi selebritis.

Orang yang menjaga diri tidak menyakiti orang lain, dan bersabar terhadap perilaku orang lain yang menyakiti dirinya. Maka ini sudah cukup disebut sebagai orang yang akhlaknya baik.

****
Kalau ada orang yang “katanya” mendakwahkan akhlak baik, tapi dia justru suka menuduh dan bilang orang lain akhlaknya nggak baik. Bahkan kadang Emosian. Dan yang semisal.

Maka orang ini sepertinya menganut akhlak baik ala munafik. Apa itu maksudnya? Jika slogan akhlak baik itu bermanfaat baginya, maka dia akan claim bahwa dia berakhlak baik dengan segudang alasannya.

Namun jika kondisi slogan akhlak baik sedang tidak sesuai dengan sikonnya, maka dia akan tuduh bahwa orang lain yang sebenarnya berakhlak buruk. Dan dia hanya cukup “playing victim” saja biar aman.

Orang seperti ini harus dibina dan dinasehati, bukan di-ruqyah. Nasehat itu lembut jika bermanfaat, dan juga kadang bisa keras jika bermanfaat.

Advertisements