Allah di dalam Al Quran selain menyebutkan mengenai sifat sifat Wali Allah, juga menyebutkan mengenai wali Syaitan.

Bagi orang orang yang keterlaluan, yang menganggap wali itu adalah suatu jabatan, dan bukan sifat. Sehingga berkata dengan pasti bahwa Kyai Fulan itu wali, Habib Fulan itu wali.

Kyai Fulan sudah sampai level maqom jabatan wali badal, punya kemampuan dan karomah begini begini. Kalau Habib Fulan itu wali Quthb, karomah nya begini begini.

Maka jika kalian berani memastikan seseorang itu wali Allah, kenapa kok tidak berani memastikan seseorang itu wali syaitan?

Bukankah Allah lebih banyak menyebutkan mengenai wali syaitan agar bisa diwaspadai?

(Demikian yang kami ketahui, silahkan buka Al Quran, dan silahkan hitung banyakan mana ayat ayat yang menyebutkan mengenai wali Allah dibandingkan ayat ayat yang menyebutkan mengenai wali syaitan)

Atau jangan jangan kalian urung menyebutkan mengenai “wali syaitan” karena orang orang yang hendak dituduh wali syaitan itu, yang selalu kalian hina hina itu, tampak selalu mengikuti syariat dan sunnah

Sementara orang orang yang kalian aku-aku wali Allah itu selalu “nyeleneh” atas nama karomah, suka melanggar syariat dan melecehkan sunnah dengan berbuat kebid’ahan?

Apakah karena masalah itu kalian urung membahas masalah wali wali syaitan, dan memastikan bahwa si Fulan dan di Fulan itu adalah wali syaitan. Jabatannya adalah wali ini di tingkat persetanan. Dan seterusnya?

Apakah karena itu kalian urung membahas masalah wali syaitan, dan hanya selalu membahas wali wali Allah untuk mengelabui umat?

Jangan jadi maling teriak maling ya!

Dah gitu aja

Advertisements