Keutamaan memaafkan kesalahan dan Kedzoliman orang lain itu ada dua,

1. Allah akan mengampuni dosa dosa kita dengan sebab kita memaafkan kesalahan dan kedzoliman orang lain.

Dalil, lihat QS An Nuur : 22

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [QS. An Nur: 22.]

2. Diberikan jaminan pahala tanpa batas, yang Allah sendirilah yang akan menentukannya.

Dalil, lihat QS Asy Syuro : 40

وَجَزَاء سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. [ QS Asy Syuro : 40]

****
Adapun kebolehan menuntut balas di akherat akan kezaliman yang dilakukan, jika kedzoliman itu tidak dimaafkan atau telah dituntut balas di dunia, adalah hadits rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berikut ini,

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ “أَتَدْرُوْنَ مَا الْمُفْلِسُ؟” قَالُوْا: اَلْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ. فَقَالَ “إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي، يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هٰذَا، وَقَذَفَ هٰذَا، وَأَكَلَ مَالَ هٰذَا، وَسَفَكَ دَمَ هٰذَا، وَضَرَبَ هٰذَا. فَيُعْطِى هٰذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهٰذَا مِنٰ حَسَنَاتِهِ. فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ، قَبْلَ أَنْ يَقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ. ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata :

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Tahukah kalian siapakah yang dinamakan Al-Muflis (Orang yang bangkrut) ?

Para sahabat menjawab : Orang yang bangkrut menurut pendapat kami ialah orang yang tiada mempunyai dirham (uang) dan tiada pula mempunyai harta benda.

Nabi bersabda: Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku, datang pada hari kiamat dengan membawa (amal) shalat, puasa, dan zakat.

Dia datang sedang dahulu pernah mencaci maki orang, menuduh (mencemarkan nama baik) orang, memakan harta orang, menumpahkan darah orang dan memukul orang (dengan tidak hak).

Maka kepada orang tempat dia bersalah itu diberikan pahala amal baiknya dan kepada orang yang lain lagi diberikan pula amal baiknya. ( maka atas kezalimannya itu, pahala amal baiknya diberikan kepada orang yang dizaliminya).

Apabila amal baiknya telah habis sebelum hutangnya lunas. Maka diambillah kesalahan mereka lalu dilemparkan kepadanya.

Sesudah itu dia dilemparkan ke dalam neraka.

(Hr. Muslim)

Advertisements