Salah satu tanda kebaikan seseorang itu adalah jika dia ingin memurnikan pemahaman dan pengamalan agamanya, sebagaimana yang dipahami dan diamalkan oleh rasulullah dan para sahabatnya.

Jadi tidak hanya karena sekedar ingin jadi orang baik saja.

Kalau hanya sekedar ingin jadi orang baik, maka penjahat pun sebenarnya ingin juga jadi orang baik. Tidak ada penjahat yang ngaku ingin jadi penjahat selamanya. Hanya belum nemu waktu yang tepat buat tobat saja, alasannya.

Kalau hanya sekedar ingin jadi orang baik, maka orang munafik pun meng-klaim apa yang mereka lakukan itu adalah semata mata demi kebaikan. Buktinya, mereka merasa dicintai oleh orang orang karena kebaikan sikap muka dua mereka itu.

Kalau hanya sekedar ingin jadi orang baik, maka para “innovator agama” pun merasa apa yang mereka lakukan itu adalah kebaikan. Bahkan sampai meng-klaim apa yang mereka lakukan itu adalah perintah agama, walau apa yang mereka pahami dan amalkan itu jauh berbeda dari apa yang rasulullah dan sahabatnya lakukan dan pahami.

Kalau hanya sekedar ingin jadi orang baik, maka para pemuja kesyirikan atas nama budaya pun juga merasa apa yang mereka lakukan itu adalah kebaikan.

Sinkretisme agama dan budaya yang melahirkan kesyirikan dari berbagai acara permujaan dan pemberian tumbal pun, diklaim adalah perkawinan yang cantik antara agama dan budaya yang harus dilestarikan sebagai asset bangsa yang berharga.

Advertisements