Salah satu gelombang perbedaan antara pengikut manhaj Salaf dan pengikut Asy’ariyyah adalah pada masalah aqidah ainallooh (dimana kah Allah?)

Manhaj Salaf menetapkan bahwa Allah berada di atas langit, bersemayam di atas Arsy.

Sebagaimana yang ditetapkan dan dikabarkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah yang shohih.

Dan hal ini juga ditetapkan oleh para ulama Salaf dan orang orang yang mengikuti mereka.

Mereka menetapkan khabar mengenai Sifat Allah itu dengan tanpa mentakwilnya, tanpa meniadakan atau mengingkari nya (laa ta’thil), tanpa menyerupakan nya dengan makhluk (laa tasybih atau laa tajsim), dan tidak mempertanyakan bagaimana nya akan sifat itu (laa takyif)

Yang mana perkataan para ulama Salaf dan yang mengikuti mereka telah dikumpulkan oleh imam Adz Dzahaby dalam kitab Al Uluww.

Adapun Asy’ariyyah berpendirian dan menetapkan bahwa Allah itu ada (maujud) namun tanpa tempat dan tanpa arah. Mereka umumnya sepakat dengan Aqidah sifat Allah bahwa Allah itu ada dimana mana.

Perdebatan sengit banyak terjadi antara pengikut manhaj Salaf dan Asy’ariyyah seputar aqidah ainallooh (dimana kah Allah) ini.

Hal ini terjadi karena “konsekuensi” dari penetapan aqidah masalah sifat Allah yang berkenaan dengan ainallooh (dimana kah Allah) ini sangat besar dan sangat fatal.

****

Satu sisi yang menarik adalah ketika para Asy’ariyyah dan orang-orang yang mengikuti mereka mencoba mentakwil dan melemah kan hadits shohih riwayat muslim dari sahabat Muawiyah bin Al Hakam, masalah pertanyaan rasulullah ainallooh (dimana kah Allah)?

Berikut adalah penjelasan mengenai syubhat dan bantahan terhadap nya.

Lihat : http://abul-jauzaa.blogspot.co.id/…/shahih-hadits-muawiyyah…

Advertisements