Tanya :
———–
Kalau taat secara dzohir terhadap aturan negara yg dipimpin muslim, namun kadang “mbatin” untuk memiliki dzon buruk terhadap pemimpin tersebut, kalau begini dihukumi apa ya, apakah sikap seperti ini di “maklumi” syariat?

Apakah ini yg dinamakan was was syaiton?

Jawab :
————
Boleh,
Asalkan suudzon itu dilandasi bukti dan indikasi yang jelas.

Kalau hanya berdasarkan dugaan dan teori konspirasi saja, jangan

Pada intinya membenci dan mengingkari kemungkaran pemimpin itu wajib, hanya saja kaifiyat nya itu secara syariat diatur lebih terperinci menjadi empat :

1. Bersabar dan tetap membenci serta mengingkari kemungkaran nya.

2. Amar ma’ruf nahi munkar dengan cara yang tidak membikin kemadhorotan yang lebih besar. Syariat biasanya menjelaskan dengan cara diam-diam 4 mata, dan tidak dengan cara mencela menjatuhkan kehormatan pemimpin di muka umum yang bisa menghasung gelombang kebencian dan pemberontakan.

3. Mendoakannya. Semoga orang orang yang mudah mendoakan presiden Erdogan, juga dimudahkan untuk mendoakan presiden Jokowi.

4. Tidak menyusun makar kekuatan untuk memberontak kepadanya, dan menginginkan pertumpahan darah. Serta berusaha meredam gelombang pemikiran pengkafiran dan penggantian kekuasaan yang berpotensi menghilangkan anugerah keamanan dan keselamatan di negeri ini.

Darah itu lebih penting daripada kekuasaan!

Advertisements