Mencoba melihat sendiri isi konstitusi Turki versi terjemahan bahasa Inggris (karena saya nggak bisa bahasa Turki), maka benar-benar luar biasa isinya.

Sejak preamble (pembukaan) saja mereka sudah menyatakan diri bahwa negara Turki mengikuti prinsip nasionalisme Ataturk (Musthofa Kemal Ataturk) yang sekuler. Terang-terangan disebut juga sekulerisme, padahal itu baru preambule saja.

Quote from Turki preamble :
“this Constitution, in line with the concept of nationalism introduced by the founder of the Republic of Turkey, Atatürk, the immortal leader and the unrivalled hero, and his reforms and principles.”

Quote from Turki preamble :
“the nationalism, principles, reforms and civilizationism of Atatürk and that sacred religious feelings shall absolutely not be involved in state affairs and politics as required by the principle of SECULARISM”

(Perubahan huruf kapital itu dari saya).

***

Kemudian di badan isi konstitusi, mereka juga menyatakan dengan tegas bahwa mereka adalah negara sekuler sejak awal pertama kali.

Quote from Turki constitution body :

PART ONE General Principles
I. Form of the State
ARTICLE 1- The State of Turkey is a Republic.

II. Characteristics of the Republic
ARTICLE 2- The Republic of Turkey is a democratic, SECULAR and social state governed by rule of law, within the notions of public peace, national solidarity and justice, respecting human rights, loyal to the nationalism of Atatürk, and based on the fundamental tenets set forth in the preamble.

(Perubahan huruf kapital itu dari saya).

***
Bagaimana dengan isu masalah berhukum dengan hukum Islam (baca : LEGAL ORDER)? Kan itu hanya masalah konstitusi dan bentuk negara saja.

Maka saya persilahkan lihat konstitusi article 24 bagian akhir.

Quote from Turki constitution body :

VI. Freedom of religion and conscience
ARTICLE 24 –
……………
No one shall be allowed to exploit or abuse religion or religious feelings, or things held sacred by religion, in any manner whatsoever, for the purpose of personal or political interest or influence, or for even partially basing the fundamental, social, economic, political, and LEGAL ORDER of the State on religious tenets.

(Perubahan huruf kapital itu dari saya).

***
Seluruh sumber kutipan terjemahan bahasa Inggris itu, saya ambil dari sumber resmi pemerintahan negara Turki.

Lihat : https://global.tbmm.gov.tr/docs/constitution_en.pdf

***

Bagaimana jika dibandingkan dengan isi konstitusi Indonesia? Tentu jauh lebih baik konstitusi Indonesia dalam masalah mengakomodasi kepentingan ummat Islam di Indonesia, dan termasuk juga syariat Islam.

Namun walau begitu, presiden Erdogan yang jauh di Turki dianggap ulil Amri sedangkan pemerintahan di Indonesia tidak dianggap ulil Amri?

Alasannya tentu saja klasik :
– Indonesia bukan negara Islam, tapi negara kafir.
– Indonesia berhukum dengan hukum Islam HANYA SECARA PARSIAL SAJA, TIDAK 100%.
– Pemimpin negara dipilih dengan cara Demokrasi yang kufur.

Lalu dikeluarkan fatwa fatwa ulama tempoe doeloe untuk kondisi yang sesuai pada tempoe doeloe, yang kondisinya tidak bisa diqiyaskan dengan kondisi sekarang, yang perkataannya dipilih-pilih sesuai kepentingan mereka untuk :

– Bolehnya melepaskan ketaatan kepada pemerintah, karena dianggap tidak berhukum dengan hukum Islam
– Bolehnya menurunkan dan mengganti pemerintahan yang konstitusi dan hukumnya tidak berdasarkan hukum Islam
– Menghasung makar untuk menyusun kekuatan coup de etat, pengkafiran, pemberontakan, pembunuhan , dan terorisme.

Dah gitu aja

Advertisements