Muslim yang bersatu di atas kalimat Tauhid laa ilaaha illallooh itu, harus dilandasi persatuan di atas sunnah Rasulullah.

Sebab bila tidak, maka kalimat tauhid laa ilaaha illallooh itu akan :
1. Difahami dengan pemahaman yang salah dan tidak diajarkan oleh rasulullah.
2. Tidak dijadikan pondasi utama dalam prioritas dakwah.

Fenomena kesalahan dalam memahami kalimat tauhid, serta fenomena menyepelekan dakwah tauhid sebagai pondasi dan prioritas dakwah, itu ternyata benar adanya.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kesyirikan yang ternyata dilakukan oleh umat Islam sendiri. Apa lagi penyebab hal ini, selain pemahaman yang salah terhadap kalimat tauhid?

Dan masalah bukti fenomena menyepelekan dakwah tauhid sebagai pondasi dan prioritas dakwah, maka hal ini jangan dibahas lagi. Lebih dari cukup bukti akan masalah ini.

****
Oleh karena itulah syahadatain itu menggabungkan antara persaksian kalimat Tauhid laa ilaaha illallooh, dan persaksian akan kerasulan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Menyeru kepada sunnah, maka itu berarti menyeru kepada pemahaman Tauhid yang benar sesuai yang diajarkan oleh sunnah Rasulullah dan para sahabatnya.

Menyeru kepada Tauhid namun tidak menyeru kepada sunnah, maka itu hanya seruan basa basi saja.

Itu hanya seruan untuk mengajak sekedar mengucapkan kalimat tauhid saja, tanpa dilandasi pemahaman tauhid yang benar.

Perkumpulan dan persatuan “para pengucap” kalimat Tauhid itu tidak akan bermakna tanpa pemahaman tauhid yang benar.

***
Indikasi yang kuat akan persatuan di atas kalimat tauhid yang benar itu, terlihat dari ajakan untuk persatuan di atas sunnah terlebih dahulu. Sebab bila tidak dipahami dengan berdasarkan atas sunnah, maka pemahaman apa yang hendak dijadikan acuan untuk memahami kalimat tauhid itu?

Sebagaimana tauhid itu akan benar pemahaman nya, jika kita membenci dan menjauhkan diri dari kesyirikan dan para pelakunya.

Maka demikian juga sunnah itu akan benar pemahamannya, jika kita membenci kebid’ahan dan menjauhkan diri dari ahlul bid’ah dan syubhat syubhat nya. Inilah manhaj salaf.

Antum ngaku sebagai Ahlus Sunnah tapi tenang tenang aja dengan kebid’ahan yang meraja lela, dan bahkan berteman dengan para tokoh ahlul bid’ah atas nama ukhuwah?

Sunnah macam apa yang antum fahami kalau begitu ?

Advertisements