Bukan tawaran informasi dan tawaran piknik.

Akan tetapi qaidah memahami “udzur” untuk masalah diskursus negara dan Islam itu, harus dengan mengetahui argumentasi dan dalil dari kutub kutub yang saling berlawanan.

Kita sudah bisa memahami argumentasi orang orang yang agak “gegabah” dalam memberikan vonis kafir secara terburu buru, terhadap orang yang menyimpang dalam masalah :
– kewajiban menegakkan syariat Islam
– kewajiban untuk membentuk konstitusi negara dan bentuk negara agar selaras dengan syariat Islam
– dan hal hal yang berkaitan dengan itu.

Kita bisa memahami, dan senantiasa mencoba untuk membantah syubhat syubhat mereka.

Namun apakah kita sudah mencoba memahami argumentasi orang orang yang ada pada kutub yang di sebelah nya, dan telah memberikan jawaban yang memuaskan bagi syubhat syubhat mereka?

 

Masalah Islam dan ketatanegaraan Indonesia

Advertisements