Catatan : tulisan yang kami tulis di bawah ini tidak penting, tidak berdasarkan pada dalil – dalil, dan tidak ilmiah sama sekali. Tulisan ini hanya untuk menyampaikan uneg uneg atas nama konspirasi saja.

Silahkan dilewati dan jangan dibaca jika sekiranya menghabiskan waktu antum.

————-
Masih ingat pasukan Koalisi Militer Islam, yang diprakasai oleh Saudi dan sekitar 34 negara yang kemudian bergabung ke dalam koalisi itu (seingat saya)? Yang dibentuk untuk memerangi terorisme terutama ISIS.

Jika benar ISIS itu memiliki “hubungan komando dan mandat” dengan Amerika dan Israel, bukan sekedar hubungan “simbiosis mutualisme” yang hanya sesaat saja (dan habis itu musuhan lagi).

Maka kenapa pasukan koalisi Militer islam itu tidak menyerang sang pemegang tongkat komando, yang memerintahkan ISIS itu?

Atau paling tidak menyerukan bukti bukti, menuduh, dan menekan secara diplomatis di dalam kancah kancah forum internasional dan media massa nasional – internasional ?

Mungkin para pengikut teori konspirasi itu lebih pandai daripada para pemimpin negara Islam, yang bersatu dalam koalisi militer untuk memerangi terorisme.

Yang ada di koalisi ini bukan hanya 2 atau 3 negara saja lho. Sekitar 34 negara bergabung dalam koalisi ini.

Para pemimpin negara, badan badan intel, dan juga militer militer dari ke 34 negara itu mungkin bodoh bodoh semua dan kurang piknik.

Mereka seharusnya belajar pada para pakar teori konspirasi itu harusnya.

Dah gitu aja

Advertisements