MUQODDIMAH
DAFTAR ISI
I. ASAL USUL DAN HIKMAH PUASA
A. Kenapa “Shoum” (bahasa Arab) dinamakan dengan “Puasa” (bahasa Indonesia) di dalam bahasa Indonesia dan rumpun Melayu sekitar?

B. Syariat Puasa ini juga pernah Allah perintahkan kepada para Ahlul Kitab dari ummat terdahulu sebelum kita, sesuai dengan cara atau syariat pada masa itu, yang berbeda dengan cara dan syariat pada zaman Ummat Islam sekarang ini.

C. Kenapa puasa wajib itu jatuh pada bulan Romadhon? Kenapa tidak pada bulan lain? Apa hikmahnya?

II. PERSIAPAN MENYAMBUT BULAN ROMADHON
A. Persiapan menyambut bulan Romadhon yang sesuai dengan tuntunan syari’at.

B. Persiapan menyambut bulan Romadhon yang diada-adakan dan tidak sesuai dengan syari’at

III. AGAR BULAN RAMADHAN TIDAK MENJADIKAN KITA SEBAGAI ORANG YANG DILAKNAT OLEH ALLAH
A. Pentingnya memahami dan mengilmui hal-hal yang merusak puasa kita.

IV. ADA GULA ADA SEMUT : PENTINGNYA MEMAHAMI DAN MENGILMUI KEUTAMAAN BULAN ROMADHON
A. Keutamaan bulan Romadhon bagian 1
B. Keutamaan bulan Romadhon bagian 2
C. Keutamaan bulan Romadhon bagian 3
D. Keutamaan bulan Romadhon bagian 4

V. AGAR PUASA KITA BENAR DAN SAH : PENTINGNYA MEMAHAMI DAN MENGILMUI FIQH PUASA
A. Hukum dan cara puasa Romadhon, siapa yang diwajibkan untuk berpuasa dan siapa yang tidak diwajibkan berpuasa
B. Rukun Puasa dan penjelasannya
C. Hal-hal yang membatalkan puasa yang disepakati oleh para Ulama
D. Pembatal-pembatal puasa yang diperselisihkan oleh para Ulama
E. Hal-hal yang diperbolehkan ketika puasa
F. Hal-hal yang diperbolehkan ketika puasa (Lanjutan)
G. Hal-hal yang merusak puasa
H. Sahur : Hukum, Keutamaan, Kedudukan, Waktu, dan kegiatan yang diutamakan ketika waktu sahur
I. Buka Puasa : Waktu, Keutamaan, Adab, dan perbedaan antara Al-Fithr (buka puasa) dengan Al Fitroh (Suci, kondisi awal penciptaan manusia)

VI. AMALAN-AMALAN SUNNAH YANG DIUTAMAKAN DI BULAN ROMADHON
A. Macam-macam amalan sunnah yang ditekankan untuk diperbanyak pada bulan Romadhon

B. Pembahasan masalah Sholat Tarawih
– Asal usul penamaan Sholat Tarawih
– Sholat Tarawih pada zaman Rasulullah dan pada zaman Khulafaur Rosyidin
– Hukum dan keutamaan Sholat Tarawih
– Jumlah rekaat untuk melakukan Sholat Tarawih
– Melihat aplikasi nyata pelaksanaan Sholat Tarawih pada zaman kita
– Aplikasi nyata akan bahaya Sholat Tarawih Express
– Tambahan cara-cara pelaksanaan Sholat Tarawih yang diada-adakan dan tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah dan para Shahabat
– Bunga rampai masalah Sholat Tarawih

C. Pembahasan masalah I’tikaf
– Pengertian I’tikaf
– Waktu I’tikaf
a. Kapan waktu I’tikaf itu?
b. I’tikaf bukan syarat untuk mendapatkan keutamaan Lailatul Qadr
c. Perbedaan pendapat ulama masalah waktu minimal untuk bisa dikatakan sebagai I’tikaf
d. Kapan mulai masuk ke masjid untuk ber-‘itikaf dan kapan keluar untuk selesai ber-I’tikaf
e. Praktek aplikasi nyata di masyarakat perihal pembahasan waktu minimal I’tikaf ini untuk I’tikaf di 10 hari terakhir bulan romadhon
– Jenis dan hukum I’tikaf
– Tempat Pelaksanaan I’tikaf
– Syarat-syarat I’tikaf
– Rukun I’tikaf
– Hal-hal yang memutus dan membatalkan I’tikaf
– Hal-hal yang diperbolehkan untuk keluar dari masjid dan tidak membatalkan I’tikaf
– Apa-apa yang disunnahkan dan dianjurkan untuk dilakukan ketika I’tikaf
– Apa-apa yang diberbolehkan ketika I’tikaf
– Bolehkah wanita ikut ber-I’tikaf di masjid?

VII. IDUL FITHRI
A. Zakat Fithri
– Mengingat kembali masalah bedanya Zakaatul Fithri dan Zakaatul Fithroh
– Beberapa istilah yang sebenarnya sama secara aplikasi fiqh
– Tanggapan dan kritik terhadap maksud dari istilah Zakat Fithroh
– Hukum dan tujuan Zakat Fithri
– Jenis makanan dan takaran yang dikeluarkan untuk Zakat Fithri
a. Jenis makanan yang dikeluarkan untuk Zakat Fithri
b. Takaran yang digunakan untuk Zakat Fithri
– Bolehkah Zakat Fithri dikeluarkan dalam bentuk uang?
– Siapa yang berkewajiban untuk mengeluarkan Zakat Fithri?
– Kapan waktu untuk mengeluarkan Zakat Fithri?
– Kepada siapakah Zakat Fithri itu diberikan dan khilaf para Ulama di dalamnya?
– Adakah tata cara atau do’a khusus dalam membayar dan menerima Zakat Fithri?

B. Idul Fithri Dan Sholat Idul Fithri
– Pengertian Idul Fithri
– Tuntunan syariat dalam masalah Idul Fithri
– Masalah Sholat Ied : Sunnah-sunnah sebelum dan ketika pergi Sholat Ied
– Masalah Sholat Ied : Tempat dan cara melakukan Sholat Ied
a. Tempat Sholat Ied
b. Cara melakukan Sholat Ied
– Masalah Sholat Ied : Hukum dan anjuran untuk mendatangi tempat Sholat Ied
– Masalah Sholat Ied : Sunnah-sunnah ketika kembali dari Sholat Ied
– Bolehkah unsur budaya masuk untuk turut merayakan kegembiraan hari raya Idul Fithri?
1. Budaya mudik untuk bersilaturahim kepada keluarga
2. Budaya makan opor ayam dan ketupat, juga mempersiapkan membikin kue-kue lebaran
3. Budaya memberikan uang kertas baru dengan nilai kecil (receh) kepada anak-anak kecil yang berkunjung ke rumah
4. Budaya bersalaman untuk kemudian saling minta maaf lahir batin
5. Budaya sungkeman
6. Budaya mengucapkan minal aaidiin wal faaiziin (kita kembali dan meraih kemenangan)
7. Budaya memahami Idul Fithri adalah momen hari dimana kita kembali suci seperti bayi yang baru lahir (fithroh)
8. Budaya Halal bi Halal
9. Budaya Ziarah Kubur setelah Idul Fithri

VIII. AMALAN PADA BULAN SYAWAL SETELAH HARI RAYA IDUL FITHRI (1 SYAWWAL)
A. Amalan Secara Umum
B. Amalan Secara Khusus

IX. TULISAN-TULISAN TAMBAHAN YANG BERMANFAAT
A. Waktu minimal untuk ber-I’tikaf
B. Cara agar seluruh waktu malam Lailatul Qodr bernilai ibadah
C. Agar para wanita yang terkena haidh atau nifas dapat meraih Lailatul Qodr
D. Memahami tujuan beramal sholeh di bulan Romadhon itu perlu
E. Kesalahan arti Idul Fitri dan kesalahan menganggap diri kita kembali suci pada waktu Idul Fitri
F. Imam Istiqlal Prof. Ali Musthofa Ya’qub rohimahulloh : Ada kesalahan makna Idul Fitri
G. Sekali Lagi, Masalah Pelafalan Niat
H. Masalah Doa Hari ke 1 s/d Hari ke 30 Pada Bulan Ramadhan Yang Sering di-Share Tiap Hari
I. Keutamaan Memaafkan Kedzoliman Orang Lain dan Kebolehan Menuntutnya di Akhirat Jika Kita Tidak Memaafkannya Dan Tidak Bisa Menuntutnya Di Dunia

KHOTIMAH

Advertisements