Sejauh yang saya tau, Ahlul Bid’ah yang konsisten dengan ciri ciri utama kebid’ahannya adalah Syi’ah.

Adapun yang lain lain umumnya mengalami Metamorfosa dengan perubahan beberapa cirinya, walau akarnya jika ditilik lebih jauh lagi adalah sama.

****
Misal,
Zaman sekarang tidak ada ciri ciri kebid’ahan Mu’tazilah dengan memperjuangkan “Al Quran adalah makhluk”. Namun para pewaris Mu’tazilah tetap ada hingga sekarang, dengan berbagai macam upgrade nya.

Seperti misal orang yang menjadikan akal sebagai pokok, sedangkan nash sebagai cabang. Yang menjadikan akal sebagai “Tuan” dengan semboyan cogito ergo sum, sedangkan nash hanyalah sebagai “Pembantu” yang dipaksa harus mau disuruh kesana sini untuk memenuhi keinginan tuannya.

Yang menjadikan filsafat sebagai inti agama, sedangkan nash hanya dianggap sebagai pelengkap saja.

Yang dijargonkan sebagai “kebebasan”, padahal “kebablasan”, sehingga dengan bangga mereka menyebut diri sebagai orang liberal.

Dan jika ditanya apakah mereka pewaris “jiwa” mu’tazilah ? Maka mereka tidak keberatan dengan hal itu dan malah bangga atasnya, dengan mengatasnamakan “kebebasan” yang liar.
*
Murji’ah yang beraqidah bahwa amal bukan bagian dari iman, dan menganggap kemaksiatan tidak akan mempengaruhi iman mereka. Maka yang terang terangan berkata seperti ini ya tidak ada.

Tapi yang beranggapan bahwa jika seseorang sudah mencapai tingkat haqiqot tidak perlu ikut syariat, yakni boleh maksiat melanggar syariat serta beranggapan itu tidak akan mempengaruhi keislaman mereka, maka yang seperti ini ada.

Yang beranggapan pluralis serta beranggapan amalan mereka yang “lintas agama” tidak akan mempengaruhi keimanan mereka, maka ini ada pada zaman sekarang.
*
Jahmiyyah yang terang terangan menolak dan menihilkan sifat-sifat Allah, maka yang terang terangan seperti ini tidak ada pada zaman sekarang.

Akan tetapi yang mentakwil sifat-sifat Allah, dan juga yang membatasi sifat-sifat Allah hanya kepada 20 sifat saja, ada pada zaman sekarang.

******
Demikian juga dengan Khowarij. Tidak ada pada zaman sekarang ini orang yang mengkafirkan Imam Ali dan Muawiyah secara terang terangan. Tidak ada yang terang terangan mengkafirkan pelaku dosa besar, seperti pezina sebagai orang kafir seperti halnya Khowarij yang Asli pada zaman awal.

Hatta ISIS pun tidak mempunyai aqidah seperti ini.

Akan tetapi orang-orang yang mengkafir kafirkan, menthoghut thoghutkan akan hal hal yang berhubungan dengan hukum Allah terutama kepada pemerintah dengan serampangan banyak.

Yang menghasung akan bughot, pemberontakan, perang, dan tidak wajib taat kepada ulil amri yang dianggap tidak berhukum dengan hukum Allah di roda pemerintahan nya, banyak.

Ciri ciri sifat Khowarij ini ada walau mereka mengaku aku sebagai Ahlus Sunnah.

Maka dari itu jika kita menyebutkan bahwa “ciri-ciri sifat” ini adalah amalan Khowarij, maka mereka marah marah dan menolak disebut Khowarij.

Dan bahkan sampai membawa definisi Khowarij tempoe doeloe yang mengkafirkan Imam Ali dan Muawiyah, dengan tujuan bahwa kita tidak mengkafirkan Imam Ali dan Muawiyah, kita tidak mengkafirkan pelaku dosa besar seperti pezina, maka bagaimana mungkin kita disebut melakukan amalan Khowarij?

Maka inilah salah satu aksi tipu tipu mereka untuk menyembunyikan hakikat diri mereka di zaman modern ini.

Advertisements