Ketika melihat video video youtube nya Dr. Zakir Naik, dalam sesi tanya jawab beliau berkata bahwa Membunuh orang itu adalah dosa besar kedua setelah syirik.

Saya berpikir, ok itu tidak masalah. Hadits yang memberikan justifikasi bahwa membunuh orang itu adalah dosa besar kedua itu ada, walau ada juga hadits lain yang memberikan urutan yang lain.

Namun yang membikin curiosity saya menjadi lebih tinggi adalah, ketika beliau berkata bahwa minum Alkohol itu adalah dosa besar nomer 19.

Beliau berkata, bahwa tujuan beliau melakukan ini adalah untuk menjelaskan bahwa yang utama adalah kamu syahadat masuk islam dulu, sehingga terhindar dari kesyirikan kepada wanita Jepang itu.

Adapun mengenai masalah Alkohol, nanti pelan pelan akan kita atasi sembari masuk Islam. Nanti insya Allah akan bisa ditinggalkan secara bertahap.

Dan beliau hanya melakukannya untuk skala prioritas saja, bukan untuk membolehkan minum alkohol yang terkategori sebagai dosa besar nomer 19 itu.

***
Di sini saya heran, dari referensi mana Dr Zakir Naik memberikan peringkat, bahwa membunuh itu dosa besar nomer 2 dan minum alkohol itu dosa besar nomer 19?

Maka saya coba rujuk ke kitab Al Kabaair tulisan imam Adz Dzahabi rohimahulloh, yang memperinci masalah 70 dosa besar.

Dan ternyata “tepat” dan “benar”, bahwa disitu imam Adz Dzahabi memasukkan membunuh itu sebagai dosa besar nomer 2, dan minum alkohol itu dosa besar nomer 19.

Ternyata dari sini tampaknya sumber rujukan beliau.

****
Namun bukan disini sebenarnya sumber keterkejutan saya….

Wanita Jepang itu juga bertanya bahwa dia ingin masuk Islam, dan selain suka minum Alkohol dia juga suka makan Babi.

Keterkejutan “fiqh” saya disini, bahwa beliau ternyata lebih memprioritaskan untuk menghindarkan alkohol lebih dulu daripada babi.

Beliau berpandangan bahwa dosa besar makan babi itu masih di bawah minum alkohol, bahkan sebagian ulama berpendapat bahwa makan babi itu tidak termasuk dosa besar. Demikian perkataan Dr. Zakir Naik.

Namun tentu saja, makan babi itu tetap harom yaaaa…..

Saya coba klarifikasi lagi ke al Kabaair, dan memang ternyata makan babi tidak dimasukkan disitu.

Ada tersebut di point dosa besar ke 28 mengenai memakan barang haram. Namun ketika saya lihat lagi penjelasannya, bahwa yang dimaksud adalah makanan yang diperoleh dari harta haram, seperti mencuri, merampok, judi, dll. Bukan masalah makan babi.

Dah gitu aja.

Lihat video beliau di,

Advertisements