Assalamualaikum Yaa akhi.. Boleh tanya2x prihal sunah…? Istighozah lewat para yatim.. Dan kita menitipkan doa lewat mereka.. Diperbolehkan/dicontohkan Rosul tidak yaa? (maaf sebelumnya kalo merepotkan)

Jawab :

Minta atau titip doa itu boleh kepada siapa saja, asalkan orang itu muslim dan masih hidup.

Hanya saja kalau dikhususkan lewat anak yatim dengan keyakinan lebih maqbul, maka saya belum tahu dalil bahwa doa anak yatim itu termasuk doa doa yang lebih mustajabah.

Tapi kalau anak yatim itu termasuk kategori orang yang lemah, karena kadang kadang ada juga anak yatim yang kuat kaya dan mampu, maka dia bisa dimasukkan ke dalam keumuman kategori orang lemah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَبْغُوْنِي الضُّعَفَاءَ، فَإِنَّمَا تُرْزَقُوْنَ وَتُنْصَرُوْنَ بِضُعَفَائِكُمْ

“Carilah keridhaanku dengan berbuat baik kepada orang-orang lemah kalian, karena kalian diberi rezeki dan ditolong disebabkan orang-orang lemah kalian.”[ Dishahihkan Al-Imam Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 779]

al Imam an-Nasa-i di dalam Sunan-nya (al Mujtaba), Kitab al Jihad, Bab al Istinsharu bidh-Dha’if, nomor hadits (3178), dari jalan Mis’ar, dari Thalhah bin Musharrif, dari Mush’ab bin Sa’ad, dengan lafazh:

عَنْ أَبِيْهِ، أَنَّهُ ظَنَّ أَنَّ لَهُ فَضْلاً عَلَى مَنْ دُوْنَهُ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ، فَقَالَ نَبِيُّ اللهِ : ((إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ، وَصَلاَتِهِمْ، وَإِخْلاَصِهِمْ)).

Dari ayahnya (yakni, Sa’ad bin Abi Waqqash), ia menyangka bahwa dirinya memiliki keutamaan di atas yang lainnya (dari para sahabat). Maka Nabiyullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan sebab orang yang lemah dari mereka, yaitu dengan sebab doa mereka, shalat mereka, dan keikhlasan mereka”.

Syaikh al Albani rahimahullah menshahihkan sanad yang dikeluarkan oleh al Imam an-Nasa-i di atas dalam beberapa kitabnya, di antaranya Shahih Sunan an-Nasa-i (2/399) dan as-Silsilah ash-Shahihah (2/409).

Walloohu A’lam

Advertisements