Mari kita coba tengok Firman Allah berikut ini,

ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدْ جَمَعُوا۟ لَكُمْ فَٱخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَٰنًا وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ

(Yaitu) orang-orang (yang menta’ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”,

maka PERKATAAN ITU MENAMBAH KEIMANAN mereka dan mereka menjawab:

“Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” [Qs. Ali Imran : 173]

Maka dari itu jika ada seorang muslim yang panik, emosional, takut, tidak merasa aman, dan bahkan mendasarkan pemahamannya mengenai Islam dengan berdasarkan berbagai macam teori konspirasi yang ada;

dengan berdasarkan ayat itu, maka orang itu sebenarnya tidak memahami Islam dengan pemahaman yang benar.

****

Belum lagi jika ditambah dengan “mengorbankan syariat” dengan berdasarkan berbagai macam teori konspirasi, dan untuk mencapai keridhoan manusia yang hendak dia raih;

Maka orang seperti ini lebih jauh lagi menyimpang dari memahami islam yang benar, sebagaimana yang dipahami dan diajarkan oleh Rasulullah dan para Shahabatnya.

Hendaklah kita berhati-hati dari pemahaman pemahaman Islam yang seperti ini.

Walloohu A’lam

Advertisements