Salah satu logical Fallacy yang lagi santer adalah logical fallacy “Black or White”.

Logical fallacy black or white atau false dilemma, dikondisikan untuk menipu kita bahwa HANYA ADA DUA PILIHAN SAJA. Hanya ada dua kondisi saja.

Dan pilihan yang pertama umumnya “diopinikan” sebagai pilihan yang baik, sedangkan pilihan yang kedua diopinikan sebagai pilihan yang buruk.

Media lah yang berperan besar untuk mengelola opini ini agar jadi besar, dan efek logical fallacy nya menjadi massive.

Padahal sebenarnya pilihan pilihan yang lain itu banyak, sikap sikap dan argumentasi lain yang bisa diambil juga banyak. Namun inilah yang namanya jebakan logical fallacy.

Herannya banyak juga orang yang tertipu.

Seperti misal perkataan : pilih mana, kafir tegas tapi tidak korupsi? Atau muslim santun tapi korupsi?

Padahal opsi yang lain masih banyak, dan logika berpikirnya tidak sesempit itu.

Kafir yang santun tapi korupsi juga ada. Berita nya ada dimana mana. Muslim yang tegas tapi tidak korupsi juga ada.

Dan masih banyak opsi opsi lain yang bisa antum tambahkan sendiri.
******

Efeknya kadang lebih ke masalah emosional. Sehingga argumentasi emosional yang muncul adalah “with us” atau “against us”?

We are hero faction, if you agree with us. And you are fiend faction if you disagree with us.

Padahal kita sebagai umat islam tidaklah bergantung kepada logical fallacy ngotot ngototan adu pandai bicara OPINI ” black or white ” seperti itu.

Yang penting itu adalah dalil dan keshohihan pemahaman kita dalam mengikuti rasulullah, para sahabat, dan para ulama salaf.

Hal itulah yang menjadi hujjah BAGI kita, dan juga hujjah ATAS kita. Karena kita bukan orang yang ma’shum.

Jadi jangan terjebak dengan logical fallacy semacam itu. Kembalikan saja semuanya kepada Allah dan Rasul Nya.

Abaikan perkataan manusia, dan jangan cari keridhoan manusia.

Bersabarlah terhadap berbagai caci maki, hinaan, dan fitnah manusia kepadamu. Jadilah engkau seorang GHUROBA.

Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

كلّ الناسِ يغدو؛ فبائعٌ نَفسَه فمُعتِقها أو موبِقها

“Setiap hari semua orang melakukan perjalanan hidupnya, keluar mempertaruhkan dirinya! Ada yang membebaskan dirinya dan ada pula yang mencelakakannya!” (Hadits Riwayat Imam Muslim).

Advertisements