Nah,
point penyatuan ummat islam ini yang harus kita garis bawahi. Sebenarnya bagaimanakah kaidah dalam ukhuwah antara sesama ummat Islam itu yang sebenarnya?

Apakah rasulullah telah memberikan “PANDUAN” dan “ILMU” kepada kita dalam masalah ukhuwah itu? Ataukah kita dibiarkan agar seenaknya saja melakukan usaha Ukhuwah dengan tanpa melihat ilmu dan kaidah-kaidahnya, yang penting asal sama-sama ngaku Islam?

Misal, ada group LGBT yg ngaku Islam, dan mau bikin kitab Fiqh Waria. Apakah antum akan bersatu dan melakukan ukhuwah islamiyyah kepada mereka?

Ini contoh sederhananya.

****
Jawabnya bahwa, kaidah dan Ilmu untuk ukhuwwah Islamiyyah itu diatur dalam 3 hal :
1. Bergantung kepada pemahaman dan komitmen iltizam-nya kepada Tauhid, beserta SEGALA KONSEKUENSINYA.

Jadi tidak hanya ngaku-ngaku kan Tuhan saya juga Allah, namun enggan melakukan konsekuensi Tauhid yang benar, tetap melakukan tawassul tabaruk yang syirik kepada para wali.

Maka untuk yang seperti ini haruslah didakwahi, diberikan ilmu dan pemahaman, serta dilakukan Amar Ma’ruf nahi Munkar.

Bukan malah ditolerir atas nama Ukhuwwah Islamiyyah. Dalil-dalil masalah Ukhuwwah tidak tepat dan sangat dzolim jika dipergunakan untuk masalah ini.

2. Bergantung kepada pemahaman dan iltizam-nya kepada Sunnah, dan pengingkarannya terhadap BID’AH DENGAN BERBAGAI MACAM BENTUKNYA.

Kadang harus diakui, ada beberapa fihak yang bercampur antara unsur iltizam kepada sunnah dengan unsur iltizam kepada kebid’ahan di dalam dirinya karena dia menyangka bid’ah yg dilakukan itu untuk kebaikan Islam.

Maka dilihat manakah yang dominan pada dirinya, apakah dalam masalah Sunnah ataukah dalam masalah Bid’ah? Maka sejauh mana keiltizamannya terhadap sunnah, maka sejauh itu juga kita melakukan Ukhuwah Islamiyyah kepada dia. Dan sejauh mana dia melakukan kebid’ahan, maka sejauh itu juga kita mengingkari dan membenci di dia.

3. Bergantuang kepada iltizamnya kepada ketaatan kepada Allah dan Rosul-nya, dan juga sejauh mana dia melakukan kemaksiatan kepada Allah.

Ini adalah bentuk ukhuwwah yg paling gampang difahami, hatta oleh orang awam sekalipun. Orang awwam bisa membedakan apakah ukhuwwah islamiyyah kah yg patut diberikan kepada para pelaku maksiat, yakni dengan cara mentolerir kemaksiatannya, ataukah malah mengingkari dan menasehatinya agar bertaubat.

Juga lebih bisa menakar diri, bahwa sejauh mana dia Ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya maka sejauh itu pula kita mencintai dan melakukan Ukhuwah Islamiyyah kepada dia. Dan sejauh mana dia melakukan kemaksiatan, maka sejauh itu pula kita melakukan pengingkaran kemungkaran dan kebencian kepada dirinya.

Walloohu A’lam

Advertisements