Pernah diberikan pemahaman bahwa Islam itu kondisinya “Kepepet”?

Yakni bahwa :
1. Ummat Islam didzolimi di mana mana.
2. teori konspirasi yang merajalela (yang kadang sebagian hanya di pas-pas kan saja)
3. pemerintah muslim yang dianggap dzolim, represif, dan tidak berpihak kepada umat islam itu sendiri.

Sehingga kondisi kita jadi merasa benar benar kepepet. Dan bagaimana jika kondisi kita merasa benar benar kepepet?

Yang namanya orang kepepet itu umumnya suka menghalalkan berbagai macam cara dengan alasan kepepet. Emosional dan marah terhadap orang yang tidak setuju dengannya apalagi yang mengkritik kesalahannya.

Atas nama kepepet dan simpati, maka dia menganggap orang yang mengkritik kesalahannya dalam memahami Islam, sebagai orang yang turut setuju untuk mendzolimi umat Islam yang tertindas.

Dia memberikan doktrin “with us” atau “against us”? Dia hanya memberikan opsi black or white.

Join with hero league or enemy league, dengan mengatasnamakan teori konspirasi.

******

Sekarang marilah kita kembali berpikir ulang. Apakah benar rasulullah dan para sahabat pada zaman dulu itu, begitu cara mendidik ummat untuk memahamkan agama?

Bukankah kondisi rasulullah dan para sahabat dulu juga “kepepet”, ditindas, dan didzolimi dimana mana?

Tapi perasaan rasulullah dan para sahabat nggak lebay tuh dalam memahami Islam dan menghadapi kondisi yang ada.

Rasulullah dan para sahabat tetap “ngaji”, belajar ayat ayat al Qur’an, dan juga mengikuti sunnah sunnah yang rasulullah berikan. Aqidah keimanan mereka selalu dipupuk dan dibangun berdasarkan ilmu dan pemahaman yang shohih. Demikian juga akhlak dan amalan mereka.

Mereka tidak takut dengan konspirasi konspirasi yang menghadang mereka, berikut juga berbagai macam kekuatan politik yang ada. Semua dikembalikan kepada Allah dan Rasul Nya, dengan berpegang kepada dalil-dalil yang ada.

Sehingga pembicaraan politik bukanlah tema pembicaraan utama di kalangan para sahabat. Mereka hanya bicara secukupnya saja. Akan tetapi tema pembicaraan ilmu dan dalil-dalil nya, dengan mengembalikan kepada Al Qur’an dan Sunnah yang diajarkan rasulullah lah yang menjadi tema utama pembicaraan mereka sehari hari.

Maka dari itulah, mereka bisa mengalahkan berbagai teori konspirasi dan berbagai macam ke-lebay-an politik yang ada, karena mereka berangkat dari pemahaman yang benar mengenai Islam, keimanan yang terbina dengan kuat, dan ilmu yang shohih dalam mensikapi berbagai hal.

Atas hal inilah maka PERTOLONGAN ALLAH pun datang kepada mereka, dan jadilah mereka sebagai pemenang serta mampu mengalahkan musuh musuh mereka.

Mereka hidup dengan mulia, dan berpegang teguh kepada agama dengan cara yang terhormat.

******

Singkat kata pembinaan keislaman seseorang dengan menggunakan doktrin “The power of kepepet” itu adalah manhaj yang salah. Suatu manhaj yang memberikan gambaran dan pemahaman yang salah terhadap Islam. Dan bahkan kontra produktif terhadap Islam itu sendiri.

Inilah juga salah satu sebab kenapa pertolongan Allah tidak kunjung datang kepada kita. Yakni karena kita tidak mau “menolong” agama Allah dengan cara mempelajari dan memahami Islam dengan benar, maka bagaimana mungkin Allah kemudian akan menolong kita?

Sedangkan Allah sendiri berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Artinya : “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)

Walloohu A’lam. Baarokalloohu fiik

Advertisements