Kalau saya yang mengatakan hal itu, dan melakukan hal itu, maka saya Ahlul Bid’ah.

Ini karena saya tau benar sunnah akan masalah itu.

Namun jika anda yang melakukan kebid’ahan itu, maka anda “tidak otomatis” menjadi Ahlul Bid’ah, walaupun anda berdosa karena kebid’ahan yang anda lakukan itu.

Ini karena saya tidak tau apakah anda mempunyai ilmu mengenai masalah itu. Saya tidak tau apakah anda pernah mengenal sunnah yang dicontohkan nabi. Dan saya adalah orang yang suka memberikan udzur, serta berhati-hati terhadap kesalahan orang lain di zaman yang penuh syubhat ini.

Demikianlah juga terhadap berbagai macam perilaku kekafiran, yang ada pada zaman yang diliputi kebodohan dalam masalah agama ini.

Saya membedakan penjelasan mengenai jenis kemungkaran, dengan memvonis seseorang sebagai pesakitan dalam masalah kemungkaran.

Jika terpenuhi :
1. Sebab
2. Syarat
3. Dan tidak adanya udzur yang bisa menghalangi.

Maka baru saya vonis anda sebagai pelaku pesakitan.

Jika anda marah marah dan emosi ketika saya sedang menjelaskan masalah Bid’ah dan berbagai macam syubhat nya, maka percayalah saya melakukan hal itu untuk menyelamatkan anda agar tidak menjadi pesakitan!

Advertisements