Wa alaikumus salaam wa rohmatulloohi wa barokaatuh

Bunga bank dari bank konvensional, yang lazim disebut riba ; beda dengan uang dari “bagi hasil” bank syariah.

Disini yang kita nilai adalah Aqad nya. Ini yang menentukan hukumnya

Untuk yang hasil riba, hendaklah diberikan kepada hal yang berkaitan dengan fasilitas umum dan sosial. Serta jangan berharap akan ada pahala dalam hal itu. Karena Alloh itu hanya menerima amalan dari hal yang baik baik saja.

Adapun kenapa ke fasilitas sosial atau umum? Ini karena riba itu dianggap merampas, mengambil, merugikan masyarakat umum secara dzolim ; maka dari itu harus dikembalikan lagi ke masyarakat umum lewat kegiatan fasilitas umum atau sosial, dan jangan berharap pahala dari hal itu

Adapun untuk yang “bagi hasil”, maka selama Aqad nya itu shohih sesuai syariat, maka hasilnya pun halal juga, dan boleh dipergunakan sesuka kita asalkan dalam hal yang halal.

*****
Jika misal bank syariah memiliki produk dari aqad yang batil, dan juga memiliki produk dari aqad yang shohih sesuai syariat.

Maka ini tidaklah berarti aqad yang bathil itu akan membatalkan aqad yang shohih, walaupun uangnya bercampur.

Ini karena rasulullah mempunyai aqad perjanjian hutang dengan yahudi, sementara yahudi juga mempunyai aqad aqad yang baik di usaha finansial nya yang lain.

Nah sekarang tinggal dilihat saja, uang dari “bagi hasil” kita itu dari aqad yang shohih atau dari aqad uang batil?

Walloohu A’lam

Advertisements