Mensikapi Penguasa Yang Kurang Ajar dan Dzolim

Leave a comment

Menyikapi penguasa yang “kurang ajar”, dan yang pantas untuk kita laknati itu, adalah dengan cara menjama’ dua hadits berikut ini,

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :

السُّلْطُانُ ظِلُّ اللهِ فِي الْأَرْضِ مَنْ أَكْرَمَهُ أَكْرَمَهُ اللهُ وَمَنْ أَهَانَهُ أَهَانَهُ اللهُ

“Penguasa adalah naungan Alllah di muka bumi, maka barangsiapa yang memuliakannya maka Allah akan memuliakannya dan barangsiapa yang menghinakannya maka Allah akan menghinakannya pula”.

(Hadits Hasan, diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzy dan lain-lainnya. Lihat Ash-Shohihah 5/376)

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ فَقَالَ « لاَ مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلاَةَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلاَتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُونَهُ فَاكْرَهُوا عَمَلَهُ وَلاَ تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ ».

Dari ‘Auf bin Malik dari Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam. Beliau Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

“Sebaik-baik pemimpin kalian yang kalian mencintai mereka dan merekapun mencintai kalian. Mereka mendo’akan kalian dan kalianpun mendo’akan mereka.

Seburuk-buruk pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian,kalian melaknat mereka dan merekapun melaknat kalian”.

Para shahabat bertanya, ‘Wahai Rosulullah tidakkah kita boleh memerangi mereka ?’

Beliau Shollallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab, “Tidak, selama mereka masih mendirikan sholat bersama kalian. Jika kalian melihat sesuatu yang kalian benci ada pada para pemimpin kalian maka bencilah tindakannya dan janganlah kalian melepaskan ketaatan kalian kepada mereka.

[ HR. Muslim no. 1855.]

Dakwah yang Penuh Kesabaran Kepada Pemerintah

Leave a comment

Semoga dakwah kepada pemerintah itu nanti juga membuahkan hasil seperti dakwah kepada penduduk Thoif.

Makanya, SABARRR!!!

Kagak ada yang bilang, bahwa Rasulullah itu pro kedzoliman penduduk Thoif yang mendzolimi beliau.

Aris Munandar's photo.

Thoghut Berkedok Peruqyah

Leave a comment

Salah satu jenis Thoghut itu adalah orang yang mengaku aku tahu hal yang ghoib.

Dukun berkedok peruqyah, yang mengaku aku tahu hal yang ghoib dengan tanpa bersandarkan khobar dari Allah dan Rasul – Nya, maka dia juga termasuk thoghut yang harus kita waspadai.

Nabi Musa Bukan Kroni-nya Fir’aun

Leave a comment

Apakah jika nabi Musa sedang menasehati firaun, lalu firaun berbuat dzolim kepada rakyatnya, maka secara otomatis nabi Musa ikut dipersalahkan karena dianggap kroni nya firaun?

Apakah ini bukan meniru niru sikap bani Israil yang suka nyalah nyalahin nabinya namanya?

Sikap Sahabat dalam Menghadapi Kedzoliman Hajjaj

Leave a comment

Hajjaj bin Yusuf ats Tsaqofi dan Sikap Salaf yang paling utama, yakni sahabat rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

dalam mengingkari kezaliman dan kekejaman Hajjaj, dan kesabaran dalam menghadapinya.

عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ عَدِىٍّ قَالَ أَتَيْنَا أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ فَشَكَوْنَا إِلَيْهِ مَا نَلْقَى مِنَ الْحَجَّاجِ فَقَالَ « اصْبِرُوا ، فَإِنَّهُ لاَ يَأْتِى عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلاَّ الَّذِى بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ ، حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ » . سَمِعْتُهُ مِنْ نَبِيِّكُمْ – صلى الله عليه وسلم –

Dari Az Zubair bin ‘Adiy, ia berkata, “Kami pernah mendatangi Anas bin Malik. Kami mengadukan tentang (kekejaman) Al Hajjaj pada beliau. Anas pun mengatakan,

“SABARLAH,
karena tidaklah datang suatu zaman melainkan keadaan setelahnya lebih jelek dari sebelumnya sampai kalian bertemu dengan Rabb kalian.

Aku mendengar wasiat ini dari Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 7068).

Syariat Islam Mengenai Perbudakan di Zaman Modern ini

Leave a comment

Pandangan Islam yang rojih mengenai masalah perbudakan.

Syaikh Ali Hasan Al Halabi hafidzahulloh, dalam kitab beliau, “ISIS Khilafah Islamiyyah atau Khowarij”, hal 128-131, Pustaka Imam Asy Syafi’i, 2015.

Perbudakan 1Perbudakan 2Perbudakan 3Perbudakan 4

Antara Hajjaj dan Khowarij Dalam Masalah Hukum Islam

Leave a comment

Antara Hajjaj dan Khowarij dalam berhukum dengan hukum Islam itu lebih konsisten para Khowarij.

Para Khowarij membunuhi ummat Islam, para ulama Islam, bahkan para sahabat rasulullah itu dengan berdasarkan hukum Islam yang mereka fahami, walau salah.

Sedangkan Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqofi itu membunuhi ummat Islam, para ulama Islam, bahkan sahabat rasulullah dengan tidak berdasarkan hukum Islam. Dengan tidak berhukum dengan hukum Islam.

Menurut Aqidah dan manhaj Khowarij, Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqofi itu harusnya dihukumi kafir karena tidak berhukum dengan hukum Islam. Walaupun itu hanya masalah hukum bunuh sekalipun.

Walaupun hanya satu hukum yang tidak dijadikan landasan hukum, sementara ada hukum hukum Islam lainnya yang boleh ditegakkan, dan bahkan di support hukum Islamnya.

Orang yang memilah milah hukum Islam mana yang sesuai selera dia boleh diambil, dan jika tidak sesuai selera dia dibuang, maka menurut Khowarij orang ini OTOMATIS LANGSUNG kafir tanpa perlu diverifikasi syubhat syubhat dan udzur udzurnya.

Dianggap tidak masuk Islam secara Kaaffah, dan OTOMATIS LANGSUNG DIVONIS menolak hukum Islam, walau hanya dalam masalah satu hukum sekalipun. Divonis Kaafir!

——-

FF memberikan comment “nakal” :

Kenapa saya tiba2 berpikir kalaukaum khawarij adalah mereka yg paling konsisten menerapkan hukum Islam? colonthree emoticon

Jawaban nakal juga :

Konsisten akan kekonyolannya.

Divonis kafir secara serampangan, maka berarti dianggap telah murtad. Dan kemudian harus dibunuh.

Membunuhnya adalah pahala dan ketaatan kepada Allah. Maka dari itu membunuh Ali yang telah divonis kafir murtad oleh khowarij itu pahala nya besar. Dan itu yang dilakukan dan diyakini oleh Abdurrahman bin Muljam sang pembunuh khalifah Ali.

——-

NP bertanya :

Sebetulnya siapa yang berhak memfonis si ini kafir dan si itu kafir si Mas?

Jawab :

Kalau vonis kafir secara spesifik terhadap individu tertentu yang jelas siapa orangnya. Maka ini adalah haknya ahlul ilmi atau para ulama.

Karena hal ini memiliki perincian yang rumit dan verifikasi yang jelas.

Lihat : https://kautsaramru.wordpress.com/…/siapakah-yang…/

Adapun jika memvonis kafir secara umum, dengan tanpa menyebut vonis kafir tersebut jatuh pada orang tertentu yang spesifik, maka orang umum boleh menjatuhkan takfir secara umum itu asalkan berlandaskan dalil.

Ini misal seperti perkataan “Orang yang menghina dan menolak sunnah Rasulullah itu kafir hukumnya.” Dengan tanpa menyebutkan orang spesifik yang tertentu.

Kenapa? Karena kita tidak tau apakah dia tidak sengaja, atau dipaksa, atau dalam intimidasi, atau ada syubhat padanya, atau dia bodo mengenai sunnah rasulullah.

——-

TAF bertanya :

Sedangkan Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqofi itu membunuhi ummat Islam, para ulama Islam, bahkan sahabat rasulullah dengan tidak berdasarkan hukum Islam. Dengan tidak berhukum dengan hukum Islam.

Akh … pada jaman itu Hajjaj kenapa membunuho para ulama islam ya ? dan saya pernah baca dia juga membunuh Abdullah bin Zubair di Makkah ..

Jawab :
Karena sifatnya Hajjaj memang seperti itu. Dia tidak peduli walau dia melakukannya dengan tidak berhukum dengan hukum Allah dan melanggar hukum hukum Allah.

Mari kita lihat perkatan Imam Adz Dzahabi mengenai Hajjaj.

Imam Adz Dzahabi menyebutkan tentang Al Hajjaj bin Yusuf, “Al Hajjaj, Allah memusnahkannya di bulan Ramadhan tahun 95 Hijrah dalam keadaan tua, dan beliau adalah seorang yang zhalim, bengis, naashibi (pembenci Ahlul Bait), keji, suka menumpahkan darah, memiliki keberanian, kelancangan, tipu daya, dan kelicikan, kefasihan, ahli bahasa, dan kecintaan terhadap Al Quran. Aku (Imam Adz Dzahabi) telah menulis tentang sejarah hidupnya yang buruk dalam kitabku At Tarikh Al Kabir, mengenai pengepungannya terhadap Ibnu Az Zubair dan Ka’bah, serta perbuatannya melempar Ka’bah dengan manjaniq, penghinaannya terhadap penduduk Al Haramain (dua tanah haram), penguasaannya terhadap ‘Iraq dan wilayah timur, semuanya selama 20 tahun. Juga peperangannya dengan Ibnul Asy’ats, sikapnya melambat-lambat (melalaikan) shalat sehinggalah Allah mematikannya, maka kami mencelanya, dan kami tidak mencintainya, sebaliknya kami membencinya karena Allah.” (Siyar A’lam An Nubala’, 4: 343)

TAF bertanya :
beliau ini bukan termasuk syiah atau khawarij berarti ya akh ..??
Tapi ulama masih menghukumi dia sebagai seorang muslim? Walaupun dzhalim …
Jawab :
Ya, dia seorang muslim.

Older Entries