Sebagian orang yang hanya bermodal semangat belaka tanpa dasar ilmu dan hikmah serta pemahaman benar, beranggapan perang adalah satu-satunya sebab kejayaan dan kemenangan, serta tersebarnya Islam. Sehingga mereka senantiasa mengobarkan api peperangan walaupun di negeri-negeri damai.

Sekilas anggapan ini bisa dianggap benar, tapi kalau kita menilik perjalanan dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sungguh kondisinya berbeda, beliau sangat menginginkan kedamaian demi tersebarnya Islam.

Saat kondisi damai dengan pihak lain, mereka tidak ada kecurigaan, tidak ada dinding yang menghalangi untuk mendengar hujjah-hujjah islam dan melihat umat Islam dengan penuh lapang dada, akhirnya dengan mudah tertarik terhadap Islam.

Ini terlihat jelas pada kisah Sulhul Hudaibiyyah (perjanjian hudaibiyyah), antara Rasulullah dan sahabatnya dengan kaum musyrikin.

Sebelum Sulhul Hudaibiyyah Rasulullah telah berdakwah di Makkah selama 13 tahun, kemudian hijrah ke Madinah, lalu terjadi perjanjian tersebut pada tahun 6 hijriyyah. Berarti masa dakwah beliau sudah berjalan selama 19 tahun, akan tetapi yang masuk Islam terhitung sedikit.

Berbeda kondisinya saat aman dengan terjadinya perjanjian, puluhan ribu kaum musyrikin masuk Islam, padahal baru berjalan 2 tahun kaum musyrikin mencabutnya, karena merasa dirugikan, padahal syarat-syarat perjanjian sangat pahit memberatkan kaum muslimin.

Saudaraku, Mengapa Rasulullah menyetujui perjanjian walaupun dengan syarat-syarat secara lahiriyah merugikan?

Jawabannya, karena Rasulullah yakin bahwa kondisi aman dapat ibadah leluasa dan akan banyak orang tertarik dengan Islam, sebab agama yang agung ini memiliki dua kekuatan besar:

Pertama: kekuatan dalil dan hujjahnya, logis dan bisa diterima manusia.

Kedua: Islam penuh dengan keindahan di dalamnya, sehingga jika dipraktikkan sesuai gambar aslinya tampak pesonanya yang menarik hati-hati manusia.

Ternyata terbukti sulhul hudaibiyyah dinamakan oleh Allah dengan kemenangan dan penaklukan, karena mengantarkan kepada penaklukan kota Makkah tanpa terjadi peperangan.

Semoga Allah menebar di negeri kita dan negeri-negeri kaum muslimin keimanan dan keamanan, keislaman dan keselamatan, sehingga menjadi negeri seperti yang Allah firmankan:

بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ

(Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”. [Surat Saba: 15]

Wallahu waliyyut taufiiq…

✏ Ustadz Abdul Rahman Hadi, Lc حفظه الله تعالى

www.suaraaliman.com

___ 🍃🍀🍃 ___

Repost by :
🌀TEGAR DIATAS SUNNAH
Grup Sharing Kajian Islam
Silahkan berbagi

Follow Channel Telegram
@kajianislamtegardiatassunnah
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam

Advertisements