Dari tulisan saya “Peringatan Syaikh Prof Ibrahim Ar Ruhaili terhadap Buku Buku Takfiri Sayyid Quthb” di FB, terjadi sedikit comment untuk bertanya lebih lanjut mengenai Sayyid Quthb

—————

Fulan :

Mungkin akh Kautsar dkk. bisa membantu saya yg awam ini menganalisa & mengambil benang merah dari diskusi pada link yg saya sertakan ini. Apakah benar pembelaan para masyayikh seperti itu kepada pengkritik SQ ? Atau sebenarnya bgmn. ? Jazakallaahu khair.
https://www.facebook.com/fairuz.ahmad.frz/posts/10207603668596537

Jawab :

Akhi Fulan, sebenarnya diskusi di link itu terlalu umum dan tidak spesifik ke masalah ideologi takfiri nya Sayyid Quthb, sebagaimana yang saya fokuskan di status ini.

Sehingga kita bisa bantah secara umum bahwa diskusi di link itu tidak berlaku untuk pembahasan ini.

Adapun bermain-main dengan tazkiyyah dan ta’dil secara umum (rekomendasi dan pujian) sebagian masyaikh kepada Sayyid Quthb, dan menutup mata terhadap jarh dan naqd masyaikh (celaan dan kritikan) masyaikh yang lain kepada Sayyid Quthb, berikut juga menutup mata terhadap perincian sanggahan masyaikh kepada Sayyid Quthb yang membatalkan tazkiyyah dan ta’dil sebagian “kecil” masyaikh yang lain, maka itu adalah permainan “teknik framing” untuk memainkan opini yang biasa dilakukan oleh Quthby sejak versi 1.0 hingga versi 3.0 yang terakhir.

Itu bukan metode yang ilmiah. Demikianlah untuk jawaban secara umumnya

Adapun jika ingin spesifik, khusus mengenai ideologi takfiri nya Sayyid Quthb, maka kita jawab saja bahwa penarikan dan penyegelan buku buku Haroki yang dilakukan di Saudi sekarang ini terkait setelah terjadinya berbagai macam aksi takfir dan terorisme pengeboman serta pembunuhan di Saudi sekarang ini, yang termasuk di dalamnya adalah buku buku nya Sayyid Quthb adalah bukti akan hal ini.

Dan mufti Saudi saat pemberedelan dan pelarangan beredar nya buku bukunya Sayyid Quthb sekarang ini, juga adalah Syaikh Abdul Azis Alu Syaikh hafidzahulloh sendiri.

Kemudian mengenai pujian secara umum Syaikh Abdul Azis Alu syaikh khusus kepada buku Sayyid Quthb fii dzilaalil Qur’an, maka itu hanya khusus berlaku untuk kitab itu. Tidak bisa dilakukan “pemframingan” untuk dijadikan logika umum terhadap seluruh buku bukunya Sayyid Quthb. Yakni tidak bisa pembahasan fii dzilaalil Qur’an digunakan untuk pembahasan kitab Al ‘adaalah Al ijtimaiyyah, misalnya.

Adapun pada hakikatnya mengenai kitab fii dzilaalil Qur’an, maka masyaikh juga tidak mengatakan semuanya salah kok. Hanya yang salah salah dan menyimpang saja yang dikritik dan diperingatkan akan kesesatan nya. Ini juga sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Abdul Azis Alu Syaikh itu sendiri, beliau berkata kitab fii dzilaalil Qur’an itu juga tidak lepas dari kesalahan. Silakan cermati lagi perkataan beliau secara terperinci, dan hilangkan pengopinian dengan teknik framing yang dilakukan oleh Quthby.

Jika sudah memahami itu,
Sekarang untuk secara mendetail, point point apakah yang dikritik dan diperingatkan akan kesalahan Sayyid Quthb dalam bukunya fii dzilaalil Qur’an?

Berikut akan sertakan foto point point itu dari kitabnya Syaikh Abdullah bin Muhammad Ad Duwais “Al Mauridudz Zhallal fittanbihi ‘Ala Akhthooildz Zhilaal” yang diterjemahkan menjadi “Koreksi Tafsir Fii Dzilaalil Qur’an” oleh Darul Qolam.

Dan Syaikh Abdul Azis Alu Syaikh tidak pernah sekalipun mengatakan bahwa buku koreksi Syaikh Abdullah Ad Duwais itu salah sekalipun, atau bahwa menyuruh untuk membredelnya sehingga menjadi kitab yang terlarang beredar di Saudi, sebagaimana yang terjadi dengan bukunya Sayyid Quthb, termasuk buku fii dzilaalil Qur’an nya, setelah terjadi gelombang takfiri dan terorisme di Saudi belakangan ini.

Ini penting untuk dipahami! Agar jangan sampai ada orang yang “nabok nyilih tangan” dengan mengatasnamakan Syaikh Abdul Azis Alu Syaikh hafidzahulloh dengan teknik framing mereka

 

Koreksi Fii Dzilaal - 1Koreksi Fii Dzilaal - 2Koreksi Fii Dzilaal - 3Koreksi Fii Dzilaal - 4Koreksi Fii Dzilaal - 5Koreksi Fii Dzilaal - 6Koreksi Fii Dzilaal - 7Koreksi Fii Dzilaal - 8Koreksi Fii Dzilaal - 9Koreksi Fii Dzilaal - 10Koreksi Fii Dzilaal - 11Koreksi Fii Dzilaal - 12Koreksi Fii Dzilaal - 13Koreksi Fii Dzilaal - 14

Adapun untuk “teknik framing” dari para Quthby, mereka memang biasanya menggunakan perkataan tazkiyyah dari :
– Syaikh ibnu Jibrin
– Syaikh Bakr Abu Zaid
– dan Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh yang sebenarnya hanya khusus untuk kitab fii dzilaalil Qur’an, bukan untuk kitab Sayyid Quthb lainnya, sebagaimana yang telah kita bahas sebelumnya.

Biasanya para Quthby melakukan teknik framing dengan perkataan Syaikh Ibnu Jibrin dan Syaikh Bakr Abu Zaid untuk “menghantam” Syaikh Robi’ bin Hadi Al Madkholi yang juga khusus telah menulis buku untuk membantah pemikiran pemikiran Sayyid Quthb yang menyimpang. Dan pemikiran Sayyid Quthb yang menyimpang dari manhaj itu banyak, dan tidak hanya terbatas pada masalah Takfiri dan terorisme saja.

Quthby versi 3.0 yang ada sekarang ini umumnya mengakui secara tidak langsung terhadap kesalahan itu, maka dari itu mereka umumnya hanya mengambil manhaj Takfiri Sayyid Quthb saja dan “memaklumi” kesalahan Sayyid Quthb yang lain dalam masalah pentakwilan sifat-sifat Allah, pencelaan terhadap para sahabat nabi, dan lain-lain.

Bantahan terhadap teknik framing dengan mengatasnamakan Syaikh ibnu Jibrin dan Syaikh Bakr Abu Zaid ini sebenarnya sudah dibalas dengan balasan dan nasehat Syaikh Ahmad an najmi dan juga Syaikh Muhammad Al Madkholi kepada Syaikh Ibnu Jibrin, dan juga rujuknya Syaikh Bakr Abu Zaid sendiri dengan menulis buku yang berjudul “Hukmul Intima'”.

Spesialis bantahan akan teknik Framing kepada dua masyaikh itu (yakni Syaikh Ibnu Jibrin dan Syaikh Bakr Abu Zaid) itu sebenarnya adalah Prof Ustadz Andy Bangkit dengan kitab beliau

Itu beliau saya tag disini agar siapa tau beliau berkenan untuk mau menambahkan faedahnya di sini. (Afwan ya Prof, saya main comot dan nge tag antum tanpa izin….)

Berikut akan saya sertakan foto bantahan akan teknik framing yang mengatasnamakan dua Syaikh itu, yang ditulis oleh ustadz Andy

Bantahan Syubhat IM - 1Bantahan Syubhat IM - 2Bantahan Syubhat IM - 3Bantahan Syubhat IM - 4Bantahan Syubhat IM - 5Bantahan Syubhat IM - 6Bantahan Syubhat IM - 7Bantahan Syubhat IM - 8Bantahan Syubhat IM - 9Bantahan Syubhat IM - 10Bantahan Syubhat IM - 11Bantahan Syubhat IM - 12Bantahan Syubhat IM - 13

Fulan :

Sangat mencerahkan-dan melegakan-penjelasan yg anda paparkan ya akhi. Terimakasih tak terhingga atas effort-nya sampai rela capture2 buku segala. Syukran wa jazakallaahu khairan katsiran. Selanjutnya kalau boleh tahu, di mana saya bisa dapatkan buku pak prof. tsb. ya ?

Jawab :

Itu buku cetakan agak lama akh, wallaahu A’lam apakah sekarang masih naik cetak lagi atau tidak.

Mungkin penulis aslinya Prof Ustadz Andy Bangkit yang lebih bisa menjelaskan akan hal ini. Silahkan coba kontak beliau, siapa tau beliau masih punya stok yang tersisa… grin emoticon

Prof. Ustadz Andy Bangkit :

stok sudah habis sejak 1 bulan stlh penerbitan krn lgs habis.

Fulan :

Qadarallaah, assalaamu’alaikum prof., sudi kiranya nge-add saya jadi friend, soalnya saya udah nggak bisa ngelamar jadi friend-nya prof.Andy, udah kepenuhan.

Advertisements