1. Diperlakukan oleh suami dengan cara yang ma’ruf. (termasuk di dalamnya adalah diperhatikan, didengarkan, dihargai, romantis, diayomi, dll)

2. Berhak untuk mendapatkan Mahar pernikahan, baik itu yang dibayar tunai ataupun dicicil.

Boleh minta Mahar Mahal, agar anti main stream dan tidak hanya minta mushaf Al-Qur’an dan seperangkat Alat sholat saja.

3. Diberikan nafkah, termasuk yg disebut nafkah adalah : Pakaian, tempat tinggal, makanan-minuman, kebutuhan2 hidup lainnya, dan sebagian ulama ada yang memasukkan khodimah (pembantu) sebagai hak nafkah istri yg wajib dipenuhi oleh suami

4. Memiliki hak untuk mendapatkan “kenikmatan” dalam masalah ranjang, oleh karena itu suami hendaklah memperhatikan ilmu, teknik, dan lain lain hal yang berkaitan dalam masalah ibadah khusus ini.

5. Hak istri untuk dijaga kehormatan dan aibnya agar tidak tersebar keluar. Dan andaikata mau memboikot (bahasa Arab : Hajr) alias mendiamkan, maka itu hanya boleh dilakukan di dalam rumah saja. Tidak boleh ketika sedang keluar rumah dan bertemu dengan orang lain.

6. Hak istri untuk diajarkan, dibimbing, dituntun, difahamkan, dan difasilitasi untuk mempelajari dan memahami hal2 yang berkaitan dengan masalah Agama. Terutama hal2 yg menyelamatkan dari neraka dan memasukkan ke dalam surga.

7. Tidak mendzoliminya dan Adil dalam berbagi jika ta’addud

8. Istri mempunyai hak agar suami bersabar atasnya, karena wanita itu perumpamaan seperti tulang rusuk. Jika diluruskan terlalu keras maka akan patah dan jika dibiarkan maka akan tetap bengkok.

9. Istri mempunyai hak untuk didengar pendapatnya dan diajak berdiskusi, karena demikianlah contoh rasulullah.

Advertisements