Manakah yang “lebih wajib” untuk dikhidmati (dilayani) dan diperlakukan dengan baik oleh istri? Mertua (khusunya ibu mertua) yakni ortu dari suami, ataukah orang tua sendiri?

Jawabnya adalah ortu dari suami.

Kenapa? Karena agungnya kedudukan suami terhadap istri dalam syari’at Islam, yang bahkan melebihi kedudukan ortu istri.

Adapun suami tetap wajib taat, patuh, dan khidmat kepada kedua ortunya walau setelah menikah. Maka dari itu berkhidmat dan memperlakukan ortu suami dengan baik, itu merupakan bagian dari ketaatan dan agungnya kedudukan seorang suami. Yang mana ini lebih tinggi kedudukannya dibandingkan ortu istri.

Namun tentu saja, ini tidak bermaksud untuk meremehkan kedudukan ortu dari seorang istri.

Kalau suaminya sendiri kadang “bandel” dan tidak memperhatikan orang tuanya sendiri, bagaimana?

Di sinilah peran aktif dari seorang istri yang “berilmu” dituntut. Yakni untuk mendorong sang suami agar berbakti kepada kedua orang tuanya. Ingatlah bahwa berbakti kepada orang tua itu adalah pintu surga yang paling tengah dari pintu-pintu surga yang lain. Yakni yang paling mudah untuk dicapai dan dimasuki. Lihat lagi hadits-hadits nabi dalam masalah ini.

Disinilah keutamaan menikahi wanita yang berilmu.

Advertisements