Orang yang mencintai orang lain karena Allah, dan membenci orang lain karena Allah, maka dia akan merasakan “manisnya iman”.

Manis di sini maksudnya adalah, dia akan merasakan manisnya ketika melakukan ketaatan kepada Allah.

[Ustadz Badrusalam hafidzahullah]

Catatan :
Jika mungkin selama ini kita jarang merasakan manisnya iman ketika kita melakukan ketaatan kepada Allah. Jarang merasakan manisnya iman ketika kita beribadah kepada Allah.

Maka jangan-jangan selama ini, kita mencintai dan membenci orang lain hanya berdasarkan hawa nafsu, perasaan, dan emosi semata saja…..

Kita tidak pernah mencintai dan membenci orang lain berdasarkan “ilmu” dan keimanannya kepada Allah….

Kita tidak pernah mencintai dan membenci orang lain karena Allah, walaupun kita selalu ngaku-ngaku cinta Allah dan Rasul-Nya…

Advertisements