Do’a nabi saja ada yang tidak dikabulkan, maka dari itu tidak perlu bertawasul kepada Nabi ketika berdo’a.

Yang disunnahkan sebelum atau sesudah berdo’a adalah bersholawat untuk nabi, yakni “mendoakan nabi”. Bukan “berdo’a kepada Nabi”, bukan juga “bertawasul kepada nabi” agar nanti disampaikan kepada Allah.

Emangnya Nabi kurir kilat macam JN* atau T*ki express, yang kerjaannya nganter-nganter pesenan do’a? Na’udzubillaahi min dzaalik, tentu saja bukan.

Justru Nabi yang minta agar jangan lupa sertakan beliau dan keluarga beliau di dalam do’a kita, dengan bersholawat atas nama Nabi dan keluarga Nabi. Ingat sholawat itu artinya mendoakan nabi.

Imam al Qurthubi rohimahulloh berkata ketika menjelaskan ayat :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi . Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah (berdoalah) kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya .” (al-Ahzab : 56)

Beliau berkata :
“Dengan ayat ini Allah memuliakan Rasul-Nya baik semasa hidup maupun setelah beliau wafat, disebutkan pula kedudukan beliau; selain itu dengan ayat ini pula Allah membersihkan seluruh kesalahan diri dan keluarga beliau.

Sehingga, makna shalawat Allah atas beliau adalah rahmat dan ridha-Nya, adapun shalawat dari malaikat adalah do’a dan istighfar, sedangkan shalawat dari umatnya adalah do’a dan menghormati serta mengagungkan perintahnya” [al-Qurthubi, Al-Jami’ Li Ahkam Qur’an, al-Qohiroh, Daarul Hadits, Thn Terbit 1423 H/2002 M. Juz : VII, hal : 523]

Adapun berdoa itu harus langsung kepada Allah. Karena inilah perintah Allah, Instruksi Allah, dan prosedur yang Allah tetapkan. Jangan suka “ngakal-ngakalin” prosedur yang telah Allah tetapkan.

Rasulullah sendiri juga tidak pernah tawasul kepada malaikat Jibril unyuk menjadi kurir express macam JN* atau T*ki, agar menyampaikan doa yang beliau panjatkan.

Padahal malaikat Jibril punya akses naik turun ke langit level tinggi. tugasnya menghadap Allah, dan menyampaikan wahyu dari Allah kepada Rasulullah shalalloohu ‘alaihi wa sallam. Apa sih susahnya “nitip doa” dengan bertawasul kepada malaikat Jibril agar bisa disampaikan langsung kepada Allah?

Maka dari itulah Allah berfirman dalam menerangkan mengenai masalah do’a,

{وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ}

“Dan Rabbmu berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku (berdo’a kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS al-Mu’min: 60)

{وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ، فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ}

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku maha dekat. Aku akan mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS al-Baqarah: 186).

Dah gitu aja

Advertisements