Salah satu yang paling dicari dalam hidup itu adalah “keberkahan hidup”.

Suka menyambung tali silaturahim, memperbaiki hubungan silaturahim yang telah rusak, dan bertahan bersabar dalam kepayahan usaha bersilaturahim, adalah salah satu cara untuk mencari “keberkahan hidup” yang paling efektif.

Orang Madura dikenal sebagai orang yang getol dalam masalah silaturahim.

Pokoknya asalkan masih ada hubungan saudara walaupun jauh, maka sebisa mungkin datangi, muliakan, dan sambung hubungan silaturahim.

Nah mungkin ini berkah bagi saya menikah dengan wanita madura. Kebiasaan baiknya ini turut mewarnai dan memberikan kebarokahan dalam hidup saya.

Contoh nyata dari kebiasaan yang memberikan barokah ini, benar2 ditunjukkan di hadapan saya secara praktek langsung, sesuai dengan adat kebiasaan orang sana.

Pernah datang beberapa kerabat saudara dari istri saya, yang walaupun rumah dan hubungan kekerabatannya agak jauh, mau untuk capek2 dan susah2 sekedar datang ke rumah saya. Menanyakan kabar, ingin lihat anak saya, dan yang semisal.

Padahal di antara saudara itu, ada orang yang istri saya belum tau, atau belum pernah ketemu.

Hanya saja ketika istri dikabari bahwa oleh fihak keluarga bahwa ada saudara yang akan datang berkunjung, dia dari fihak ini dan ini. Hubungan keluarganya adalah ini dan ini. Dan mumpung lagi ada kesempatan ke Jakarta. Maka didatangilah rumah kami untuk bersilaturahim. Dan tentu saja kami menyambutnya dengan suka cita.

Bahkan ada juga yang sangat sepuh, berumur 70 an, yang merupakan adik dari kakeknya istri saya, mau datang untuk sekedar menengok keadaan cucu dari kakaknya yang sudah meninggal terlebih dahulu itu.

Luar biasa memang adat kebiasaan yang memberikan keberkahan dalam hidup ini.

Maka dari itu jika sudah saatnya datang idul adha untuk saatnya “toron”, jangan ditanya deh berapa banyak rumah yang kami datangi ketika main ke Bangkalan dan Sumenep di Madura untuk silaturahim.
Dan hebatnya lagi, di setiap rumah yang kami datangi itu pasti dikasih makanan nasi atau makanan berat lainnya untuk disuruh dimakan. Dan itu harus dimakan, serta harus habis. Kalau nggak nanti akan memberikan hal yang kurang baik bagi tuan rumah, dikiranya apa makanannya nggak enak kok nggak dihabiskan gitu.

Alhasil, ya perut pasti kenyang hahaha….

Advertisements