Setelah kita mengetahui, bahwa Allah dengan Rahmat-Nya telah memberikan kita ilmu untuk mengenal-Nya, melalui wahyu yang diturunkan kepada Nabi-Nya.

Setelah kita mengetahui, bahwa tema dan ilmu yang terbanyak yang disebutkan di dalam wahyu Al-Qur’an adalah berkaitan mengenai pengkhabaran dan pengenalan Allah mengenai Diri-Nya.

Baik itu yang berkaitan dengan nama-nama Nya yang indah (Asmaul Husna), dzat-Nya, Sifat-sifat Nya, Perbuatan-perbuatan Nya (af’aliyyah), dan tanda tanda kekuasaan Nya di langit dan di bumi serta bukti penciptaan alam semesta.

Dan juga setelah kita mengetahui bahwa rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, selaku penyampai wahyu yang paling utama, telah menyampaikan dan menerangkan wahyu Al-Qur’an serta ilmu mengenai pengenalan kita terhadap Allah (Ma’rifatulloh). Mengenai hal hal yang menyangkut Aqidah dan keimanan kita kepada Allah. Dan termasuk juga adab adab dan kewajiban kita selalu makhluq dan hamba terhadap Allah Rabbul ‘Alamin, Pencipta dan pemelihara diri kita beserta alam semesta dan segala sesuatu yang ada di dalamnya.

Maka setelah kita mengetahui itu semuanya, penting bagi kita untuk menyempurnakan keilmuan kita dalam mengenal Allah (Ma’rifatulloh) dengan cara yang benar yakni dengan :

  1. Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an,
  2. Berdasarkan penjelasan Sunnah atau Hadits yang shohih,
  3. Dan bimbingan atsar serta kitab para ulama salaf yang menetapi jalan sunnah Nabi-nya.

Keilmuan yang disempurnakan ini akan melahirkan keindahan, kecintaan, dan kelezatan bagi kita dalam mengenal Allah serta dalam menjalani kehidupan dunia.

Orang yang tidak mengenal Allah dengan benar, atau yang mengenal Allah hanya untuk sekedarnya saja serta tidak ada keinginan untuk menuntut ilmu didalam nya, maka dia tidak akan bisa merasakan keindahan, kecintaan, dan kelezatan ini.

Bahkan inilah yang disebut oleh para ulama sebagai SURGA DUNIA.
Sungguh, kenikmatan dalam mengenal Allah dengan berdasarkan Ilmu dan bimbingan wahyu adalah suatu nikmat yang sangat patut untuk diperjuangkan!

Ibnul Qoyyim rohimahulloh dalam kitab nya Al Jawaabul Kaafi, sebagaimana yang dikutip oleh Syaikh Abdurrozzaaq Hafidzahulloh dalam kitab Nya Fiqh Asmaul Husna, menuliskan perkataan ulama salaf :

“Sungguh merugi, orang yang hidup di dunia kemudian keluar darinya, tetapi tidak merasakan kelezatan di dalamnya. ”

Kemudian dia ditanya,” Apa kelezatan di dalamnya? ”

Dia berkata,” Mengenal Allah, mencintai, selalu dekat dan rindu kepada-Nya ”

****
Maka dari itu wahai saudara ku, tamak dan rakuslah dalam ilmu ini. Bersemangat lah dalam menuntut ilmu ini. Allah dan Rasul-Nya sudah memberikan kita banyak sekali kita bekal ilmu dan bimbingan wahyu, untuk mencapai dan mendaki puncak keindahan dan kelezatan ini.

Hampir setiap kali ketika kita membaca Al-Qur’an, kita akan mendapatkan ilmu mengenai hal ini. Maka dari itu bacalah dengan seksama.

Janganlah kita seperti pencari permata yang berjalan melewati jalanan yang penuh berserakan dengan permata dimana mana, tanpa mengetahui apa apa yang dilewatinya itu ketika membaca Al-Qur’an.

Raihlah surga dunia ini, karena inilah juga salah satu kunci yang paling utama dalam meraih surga akherat!.

Baarokalloohu fiik