Setelah sebelumnya kita memahami, bahwa Allah tidak bersifat dzolim menelantarkan diri kita, dengan hanya meninggalkan akal sebagai bekal bagi manusia untuk memahami dan mencari Diri-Nya, tanpa adanya bimbingan ilahi dari Diri-Nya.

Sebagaimana inilah pemahaman salah, yang umumnya dianut oleh pemuja filsafat.

Melainkan Allah dengan rahmat Nya, juga membimbing manusia dengan wahyu yang diturunkan Nya, dan penjelasan para nabi dalam menyampaikan wahyu-Nya, untuk mengenal-Nya.
****
Maka setelah kita memahami ini, berikutnya perlu juga kita memahami bahwa di dalam Al-Qur’an bimbingan wahyu Allah untuk mengenali Diri-Nya (Ma’rifatullah), menempati porsi paling banyak dibandingkan dengan topik topik lain yang disebutkan di dalam Al-Qur’an.

Penyebutan dan perhatian dalam masalah ini jauh lebih banyak dan jauh lebih mendominasi dibandingkan topik lain seperti masalah sholat, puasa, zakat, haji, perang, makanan, minuman, nikah, dan kebutuhan kebutuhan hidup manusia yang lain.

Baik itu ayat ayat Al-Qur’an yang menyebutkan masalah ini dalam bentuk :
1. Ayat ayat yang menyebutkan mengenai nama nama Nya yang Indah (Asmaul Husna), sebagai identitas ilahiyyah yang hanya pantas disandang oleh-Nya.

2. Ayat ayat yang menyebutkan mengenai sifat sifat Nya yang Maha Terpuji, Maha Sempurna, Maha Mulia, dan Maha Agung yang hanya pantas disandang oleh Diri-Nya.

3. Ayat ayat yang menyebutkan mengenai perbuatan perbuatan Nya (Af’aliyyah) yang Maha terpuji, Agung, mulia, hikmah, dan sempurna; yang semua perbuatan ini muncul dan berasal dari nama dan sifat Nya yang Maha Indah, Sempurna, Mulia, dan Agung.

4. Ayat ayat yang menyebutkan mengenai Diri-Nya, dengan cara pengkhabaran mengenai Diri-Nya melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya yang diperlihatkan kepada manusia. Baik itu tanda kekuasaan Nya yang ada di langit dan di bumi. Dan bahkan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang ada pada diri tubuh manusia itu sendiri.
*****
Hal ini membuktikan bahwa ilmu dan urgensitas dalam mengenal Allah (Ma’rifatullah) DENGAN BENAR, menempati kedudukan yang paling tinggi dalam agama ini.

Baik itu ilmu yang berkaitan dengan mengenal dan mengenai Allah (Ma’rifatullah) melalui Asmaul Husna Nya, melalui Sifat-sifat Nya, melalui Perbuatan-perbuatan Nya, dan melalui khabar mengenai Diri-Nya beserta tanda tanda kekuasaan-Nya.

Oleh karena itu, sudah seharusnya urgensitas dan prioritas kita untuk memahami hal ini DENGAN BENAR, harus menempati posisi yang paling utama.

Ini karena masalah ini berhubungan langsung dengan masalah aqidah, dan berhubungan langsung juga dengan buah keimanan kita.

Baik itu buah keimanan seperti halnya tawakal, ikhlas, sabar, qona’ah, istiqomah, dan lain lain yang sangat kita perlukan dalam hidup kita ini.
***

Tidak mungkin tawakal, sabar, ikhlas, dan buah buah keimanan kita akan menjadi benar dan sempurna, jika pengenalan diri kita kepada Allah (Ma’rifatullah) SALAH DAN TIDAK BENAR .

Dan juga, hendaklah kita memahami, bahwa dengan semakin bertambahnya keilmuan kita dalam mengenali Allah (Ma’rifatullah), semakin bertambahnya keilmuan kita dalam TAUHID ASMA’ WA SHIFAT (atau tauhidul ‘ilm wal itsbat wal ma’ rifah), maka akan semakin sempurna juga buah buah keimanan kita.

Baik itu buah keimanan yang berupa keikhlasan, tawakal, sabar, qona’ah, syukur, dan lain lain. Buah keimanan itu akan semakin sempurna, semakin besar, dan semakin ranum buah nya….

Oleh karena itu, rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sebagai orang yang paling sempurna dalam mengenali Allah (Ma’rifatullah) dan tauhid asma’ wa shifat nya, beliaulah orang yang paling sempurna kesabarannya, paling sempurna ketawakkalannya, paling sempurna kebersyukurannya, dan paling sempurna buah buah keimanannya yang lain.

Tidak mungkin orang bisa bertawakal dan bersabar dengan benar; jika dia tidak mengilmui, memahami, dan meyakini bahwa Allah lah yang akan membelanya. Allah lah yang menjaminnya. Allah lah yang menjaganya. Dan Allah lah yang memberikan rizqy kepadanya.

Yang mana hal ini sebagai konsekuensi dan kepastian dari nama nama Nya yang Indah dan sifat sifat Nya yang sempurna.

Allah adalah Al-Waliy yang Maha Melindungi dan Menjaganya. Allah adalah Ar Rozzaaq yang Maha Menjamin dan Memberikan rizqy kepada makhluk-makhluq ciptaan Nya. Dan demikian seterusnya untuk nama nama dan sifat sifat Allah yang lain, yang Maha Sempurna dan Maha Terpuji.

Yang mana pengetahuan dan ilmu kita akan hal ini, akan ikut menyempurnakan buah buah keimanan kita juga…

Semoga ini bisa memberikan gambaran bagi kita akan pentingnya dan tinggi nya kedudukan ilmu dalam mengenali Allah dengan benar (Ma’rifatullah).

Yakni mengenali dan meng-ilmui mengenai Allah, sesuai dengan bimbingan wahyu yang Allah turunkan (Al-Qur’an), agar manusia bisa mengenali dan meng-ilmui mengenai Diri-Nya.

Dan juga sesuai dengan penjelasan rasulullah shallallahu alaihi wa sallam selaku pengemban wahyu dan penyampai wahyu yang paling utama, melalui hadits hadits dan sunnah sunnah nya.

Baarokalloohu fiik