BASIC UNDERSTANDING

Allah memberitahukan kepada kita mengenai diri-Nya, melalui wahyu yang diturunkan kepada Nabi Nya. Yang kemudian wahyu itu disampaikan kepada ummat manusia, dan dijelaskan oleh Rasulullah melalui perkataannya (hadits / sunnah).

Dua sumber pokok itulah tahapan pemahaman yang benar dalam mengenal Allah.

Termasuk “kesalahan berpikir” dalam mengenal Tuhan Nya, adalah dia menganggap Allah telah menelantarkan manusia dan hanya meninggalkan akal atau logika untuk mengenal dan berusaha mencari Tuhan Nya.

Biasanya “kesalahan pemikiran” ini kebanyakan diderita oleh para pemuja filsafat dan “bahkan” diderita oleh para Atheist atau Agnostic.

Akal atau logika itu dipakai, namun dia hanyalah berkedudukan sebagai mata saja, sedangkan wahyu berkedudukan sebagai cahaya (An Nuur). Apakah mata bisa melihat sesuatu jika tanpa bantuan cahaya ?

Oleh karena itulah Al Qur’an juga mempunyai nama lain, An Nuur (Cahaya).

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءكُم بُرْهَانٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَأَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُّبِينًا {174

“Wahai manusia! Sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an).” (QS An Nisaa [4] : 174)

*****

PROOF AND CHALLENGE

Maka dari itu keotentikan Al Qur’an sebagai wahyu dari Allah, benar2 ditekankan di dalam Al-Qur’an. Bahkan Allah menantang para manusia dan jin semuanya, jika mereka masih meragukan bahwa Al Qur’an itu benar2 datang dari Allah. Bukan dongengan ataupun hasil pemikiran Nabi Muhammad. Maka Allah menantang agar manusia melakukan “reverse engineering” untuk membuat yang semisal dengan Al Qur’an.

Sebab jika benar bahwa Al Qur’an itu hanyalah buatan dan hasil pemikiran manusia saja, maka tentu manusia lain juga akan mampu untuk me”reverse engineering” membuat yang semisal.

Manusia tentu akan mampu untuk membuat sebuah karya yang mirip dengan style dan gaya bahasa Arab yang dipergunakan dalam Al Qur’an.

Tantangan ini benar2 serius! Dan bahkan diulang-ulang dalam banyak ayat di dalam Al Qur’an. Berikut akan kami kutipkan sebagian ayat tersebut.

أَمْ يَقُولُونَ تَقَوَّلَهُ ۚ بَل لَّا يُؤْمِنُونَ () فَلْيَأْتُوا بِحَدِيثٍ مِّثْلِهِ إِن كَانُوا صَادِقِينَ

Ataukah mereka mengatakan, “Dia (Muhammad) membuat-buatnya.” Sebenarnya mereka tidak beriman. Hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal al-Qur’an itu jika mereka orang-orang yang benar. (ath-Thur: 33—34)

Ini belum ditambah bahwa Al Qur’an tetap terpelihara keotentikan isinya, sama seperti yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shalalloohu ‘alaihi wa sallam, hingga sampai sekarang.
Yang benar2 terpelihara dengan kemukjizatan mudahnya Al Quran dihafal dan terpelihara melalui sanad dan ijazah, bahwa seorang haafidz itu telah benar2 menghafal Al Qur’an tanpa ada kesalahan hafalan dan pelafalan. Dan yang juga terpelihara melalui lembaran2 dan buku2 mushaf Al Qur’an yang ditulis dan terverifikasi dari masa ke masa.

*****

FURTHER KNOWLEDGE

Nah sekarang,
Bagaimanakah perincian rahmat Allah dalam mengenalkan diri Nya, sebagaimana yang tersebut dalam Al Qur’an dan As Sunnah? Sebagaimana juga yang dijelaskan oleh para ulama? Sebagaimana juga “mata akal” kita mampu untuk memahaminya dengan melihatnya melalui “bantuan cahaya”?

Dan tentu saja ini tidak lupa juga, ini berkaitan juga dengan banyaknya penemuan IPTEK, yang membuktikan kebenaran khabar yang disampaikan di dalam Al Qur’an.

Al Quran itu bukan “Book of Science”, namun “Book af Sign”. Dan hanya orang2 yang berilmu dan mempunyai “Science” yang bisa memahami “Sign” tersebut, sebagaimana inilah yang banyak dibuktikan dalam dunia modern sekarang ini.

Tidak heran, mengapa orang barat banyak yang akhirnya berbondong2 masuk Islam, bi idznillah.

Penjelasan mengenai hal itu akan kita terangkan dalam tulisan selanjutnya, Insya Allah.

 

Advertisements