Menganggap suatu benda itu dapat membawa berkah ataupun menolak bala adalah suatu kesyirikan. Bahasa gampangnya adalah “jimat” dan “benda pusaka”.

Mana mantra-mantra dan nama dewa Bathara Indra dibawa bawa dalam doa istighotsah, utk meminta pertolongan ketika terjadi musibah lagi…..

Termasuk dalam hal ini adalah juga kuburan2 pusaka. Baik itu kuburan yang diaku aku sebagai kuburan wali ataupun kuburan nabi yang ada di madinah sekalipun.

********
Quote :
Saat hendak mendekat ke Pasar Klewer, langkah sang nenek sempat dihentikan oleh polisi yang berjaga di sekitar pasar. Namun karena mengaku dari Keraton Solo dan ngotot kerisnya dapat memadamkan api, akhirnya polisi mengizinkanya mendekat ke lokasi kebakaran.

“Saya bawa keris dari keraton, ini bisa memadamkan api,” kata Dewi Sekar Arum kepada polisi.

Dewi yang didampingi dua biyung embannya lantas mendekat ke lokasi kejadian dikawal beberapa polisi dan petugas pemadam kebakaran.

Dewi lantas mencabut keris dari sarungnya, kemudian mengacungkan keris ke arah api sambil mengucap mantra dan doa.

Dalam doanya, Dewi meminta maaf kepada Bathara Indra. Usai merapalkan doa Dewi lantas menghujamkan keris ke tanah.

“Mugo-mugo angkara murko enggal lungo, sumingkir soko Solo,” kata Dewi.

Usai merakukan ritual tersebut, Dewi didampingi dua biyung embanya lantas meninggalkan lokasi kebakaran dan menolak untuk diwawancara.

Namun, salah satu biyung embannya yang bernama Sri mengatakan bahwa keris yang dibawa tuan putrinya bernama Keris Cumpet.

Menurutnya, keris tersebut punya kekuatan magis untuk memadamkan api. “Itu namanya Keris Cumpet, keris sakti yang bisa memadamkan api,” kata Sri.

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2014/12/28/tiga-nenek-ini-bawa-keris-untuk-padamkan-api-di-klewer

Advertisements