Rasulullah dan para sahabat pernah menjadi minoritas dan juga pernah menjadi mayoritas.

Tapi rasulullah dan para sahabat tidak pernah mengucapkan selamat atas aqidah hari raya agama lain dengan alasan toleransi. Baik itu ketika menjadi minoritas ataupun ketika menjadi mayoritas.

Padahal rasulullah adalah orang yang muamalah nya paling baik kepada orang lain.

Dalam kehidupan bernegara zaman rasulullah pun, walau terdapat piagam madinah sebagai konstitusi antar umat beragama untuk saling melindungi dan menjaga perdamaian di madinah, rasulullah tidak pernah mengucapkan selamat hari raya, apalagi mengikuti upacara hari raya aqidah agama lain.

Toleransi itu bukan barter aqidah. Muamalah yang baik itu bukan berarti masing masing harus ada yang dikorbankan untuk kebaikan bersama.

Baik itu dengan cara saling bertukar mengucapkan selamat, ataupun dengan cara saling mengikuti upacara hari raya aqidah agama lain.

Advertisements