Durasi Suatu Emosi

Leave a comment

Jenis durasi bertahannya suatu jenis emosi yang diamati Prof Verduyn dan Prof Lavrijsen.

Top Three :
1. Sedih = 120 jam (sekitar 5 hari)
2. Benci = 60 jam (2-3 hari)
3. Gembira = 35 jam
————–
Sumber : http://m.detik.com/…/2…/763/2/susah-move-on-ini-lho-sebabnya
—————
Lainnya :
4. Putus asa, cemas, kecewa, puas = 24 jam
5. Cemburu, iri = 15 jam
6. Lega = 8 jam
7. Antusias = 6 jam
8. Kagum dan syukur = 5 jam
9. Rileks = 4,3 jam
10. Rasa bersalah = 3,5 jam
11. Stres = 3 jam
12. Bangga = 2,6 jam
13. Tersentuh = 2,5 jam
14. Marah, bosan dan kaget = 2 jam
15. Jengkel, sebal = 1,3 jam
16. Iba = 1,3 jam
17. Hina = 0,8 jam
18. Takut = 0,7 jam
19. Malu dan jijik = 0,5 jam atau 30 menit
————-
Lesson learn :
– Manusia lebih cenderung mudah utk bersifat negatif (sedih dan benci) dibandingkan bersifat positif.

– Rasa malu menempati durasi waktu paling sebentar, pantas saja skrg makin banyak orang yg tidak tau malu

– Kalau lagi marah atau sebal, sebaiknya tunggu, menyendiri, atau diam dulu selama 2 jam. Jangan ngomong atau memutuskan sesuatu dulu ketika kita marah, takutnya nanti kita akan menyesal belakangan….

– Lainnya? Mungkin ada yg mau untuk membantu menambahkan lesson learn nya?… 🙂

Cara Mengetahui dan Menilai Siapa Diri Kita

Leave a comment

Jika engkau ingin mengetahui siapa dirimu, maka lihatlah teman dekatmu. Karena teman itu adalah cermin bagi diri Kita…

Tidak mungkin serigala akan bergaul dan berkoloni dg harimau. Dan tidak mungkin juga kijang akan bercanda dan bergurau dgn ular.

“Sekedar Bermuamalah” itu berbeda dg “berteman karib”. Bertetangga dg penjahat itu berbeda dg mjd temannya penjahat….

Jika Kita ingin memperbaiki teman Kita, maka mulailah dg memperbaiki diri Kita sendiri dulu. Maka nanti teman Kita akan juga jadi ikut baik…. Karena teman itu adalah cermin bagi diri Kita…..

Membangun Generasi Sekuler

Leave a comment

Wahai anakku, belajarlah agama, dan jadilah engkau Ulama yg membina masyarakat

Jika engkau tidak mampu, maka jadilah engkau penuntut ilmu (tholabul ilm) yg selalu berusaha utk mempelajari agama dan membantu dalam berdakwah.

Jika engkau tidak mampu, maka jadilah engkau orang yg bisa menolong agamamu ini. Baik itu dengan harta ataupun keahlianmu.

Jika engkau tidak mampu, maka jadilah muslim yg senantiasa berusaha melakukan kewajiban2mu

Jika engkau tidak mampu, paling tidak janganlah engkau menjadi orang yang membenci agamamu dan aturan syariat-Nya, walau engkau belum bisa melaksanakannya dan sering melanggarnya…

********
Adapun generasi sekuler, ternyata tidak bisa memenuhi harapan yang paling rendah itu, walaupun mereka mengaku beragama Islam…..

Bagaimanakah sebenarnya mereka itu dididik di rumah?….

Refleksi Tauhid

Leave a comment

Quote dari seorang Ustadz :

“Tauhid itu membuat kehidupan manusia menjadi sangat sederhana, dan juga membuatnya jadi sangat fokus”.
——-
Anda merasa hidup anda makin rumit dan tidak jelas arah nya?….

Anda merasa kebahagiaan itu adalah sesuatu yang sulit untuk dicari dan didapatkan?…..

Nah itu berarti pemahaman tauhid anda tidak beres, atau anda tidak memahami tauhid dengan benar….

Atau jangan jangan anda hanya memahami tauhid secara hafalan saja?…

Tidak dididik tauhid dengan berdasarkan ilmu, dan hati anda jarang disentuh oleh tauhid itu sendiri?……

Pantas orang barat yang mempelajari tauhid dengan berdasarkan ilmu,
yang disentuh hatinya oleh tauhid hingga mendapatkan hidayah dan masuk Islam,
lebih bergembira dan lebih tau tujuan hidupnya dalam berislam dibandingkan dengan kita …..

Mari simple kan hidup kita,
Mari kita mulai belajar tauhid lagi dengan benar,
dan mari mudahkanlah diri kita mendapatkan kebahagiaan….