Risalah Tauhid (Bagian 1) : Makna “Laa ilaaha illallooh” dan Korelasi Pembagian Tauhid

Leave a comment

MUQODDIMAH

Di antara kenikmatan terbesar yang Allah berikan kepada kita setelah memeluk Islam, adalah anugerah ilmu dan pemahaman dalam Islam. Di antara anugerah ilmu dan pemahaman itu, yang terbesar dan yang paling utama adalah ilmu dan pemahaman masalah Kalimat Tauhid Laa ilaaha Illalloohu ( لا إِلَهَ إِلا اللهُ ).

Sufyan bin Uyainah rohimahulloh seorang Tabiut Tabi’in (wafat 198 Hijriah) berkata, “Tidaklah Allah memberi nikmat atas  seorang hamba dari hambanya yang lebih besar  dari pengetahuan mereka tentang makna Laa Ilaha Illallah ( لا إِلَهَ إِلا اللهُ )[ Kalimatul Ikhlas Ibnu Rajab : 103 ].

Akan tetapi sayang, banyak dari kaum muslimin yang fasih mengucapkan Kalimatut Tauhid ( لا إِلَهَ إِلا اللهُ ) namun kurang memahami maksud dari kalimat itu secara ilmu dan pemahaman. Padahal suatu perkataan itu tidak akan sempurna faedahnya hingga kita mengilmui dan memahami maksud dari perkataan itu.

——

Al Imam Al Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya (3/109), bahwa seseorang pernah bertanya kepada Al Imam Wahab bin Munabbih (seorang tabi’in terpercaya dari Shan’a yang hidup pada tahun 34-110 H), “Bukankah Laa ilaaha illallah itu kunci surga?

Wahab menjawab: “Benar, akan tetapi setiap kunci yang bergerigi. Jika engkau membawa kunci yang bergerigi, maka pintu surga itu akan dibukakan untukmu!

——-

Dari penjelasan di atas kita mengetahui bahwa Kalimatut Tauhid ( لا إِلَهَ إِلا اللهُ ) itu tidak hanya sekedar pelafalan saja, tapi perlu untuk kita sempurnakan dengan meng-ilmui dan memahaminya baik itu dari segi :

  • Makna  لا إِلَهَ إِلا اللهُ
  • Rukun-rukun لا إِلَهَ إِلا اللهُ
  • Syarat-syarat لا إِلَهَ إِلا اللهُ
  • Pembagian jenis Tauhid
  • Keutamaan Tauhid
  • Hal-hal yang dapat merusak Tauhid
  • Hal-hal yang dapat membatalkan Tauhid
  • Makna Syirik
  • Pembagian Syirik

berikut juga hal-hal lain yang berkaitan dengan itu.

Ilustrasi pentingnya mengilmui dan memahami Kalimatut Tauhid ( لا إِلَهَ إِلا اللهُ ) ini, sama pentingnya seperti kita memahami dan mengilmui masalah wudhu dan sholat.

Seseorang bisa saja telah melakukan wudhu, namun jika setelah wudhu dia melakukan hal yang dapat membatalkan wudhu maka batallah wudhunya. Sama juga halnya dengan sholat. Jika seseorang sholat namun dengan tidak melakukan rukun dan syarat sholat, maka sholatnya tidak sah atau batal. Atau seseorang sholat namun dia melakukan hal-hal yang dapat merusak sholatnya, maka sholatnya pun akan menjadi rusak dan tidak sempurna .

Sehingga sebagaimana orang yang melakukan wudhu dan sholat, maka demikian pula tuntutan dari Kalimatut Tauhid ( لا إِلَهَ إِلا اللهُ ) ini. Yakni tidak hanya sekedar asal mengucapkannya saja namun tidak memahami maknanya, tidak mengetahui konsekuensinya, dan tidak berusaha untuk memenuhi rukun serta syaratnya. Tidak juga hanya sekedar mengucapkan, namun tidak berusaha menghindari serta membenci hal-hal yang dapat merusak dan membatalkan Kalimatut Tauhid ( لا إِلَهَ إِلا اللهُ ) ini.

Ironisnya, inilah kesalahan pemahaman Kalimatut Tauhid ( لا إِلَهَ إِلا اللهُ ) yang banyak menimpa ummat Islam sekarang ini…..

Karena memahami hanya sekedar wajib melafalkannya saja, maka merekapun lalai untuk mengilmui dan memahami maknanya, syarat-syaratnya, dan rukun-rukunnya…..

Akibatnya, ketika mereka melakukan hal-hal yang merusak atau bahkan yang sampai membatalkan Kalimatut Tauhid ( لا إِلَهَ إِلا اللهُ ) mereka tidak tahu dan bahkan tidak sadar akan hal itu….. Na’uudzubillaahi min dzaalik!

More

Advertisements

Ebook : Risalah Ujub

Leave a comment

E-book ini merupakan kumpulan lima tulisan berseri yang saya tulis di blog mengenai masalah Ujub.

Untuk mempermudah pembaca yang ingin membacanya secara offline dan mendownloadnya, maka tulisan tersebut saya kumpulkan, saya edit lagi, dan saya jadikan satu menjadi sebuah Ebook.

Silakan download Ebook tersebut di sini : Risalah Ujub

Semoga Ebook ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Baarokalloohu fiik