Harokiyyun Menggabungkan Penyimpangan Khowarij dan Penyimpangan Murji’ah

Leave a comment

Benar juga ya perkataan yang sekilas kami lihat itu :

“Sebagian Harokiyyun pada zaman sekarang ini, menggabungkan penyimpangan khowarij dan penyimpangan murjiah menjadi satu ”

Terhadap pemerintah, mereka menghasut rakyat untuk membencinya. Membuat makar. Bahkan yang ekstrim adalah dengan mengkafirkannya dan memberontak menumpahkan darah. Sebagian yang lain dengan terorisme atas nama jihad.

Ini adalah penyimpangan khowarij.

Terhadap aliran aliran menyimpang yang berkeinginan untuk menegakkan Islam dengan cara menyelisihi sunnah, atau yang memiliki masa mengambang yang besar, maka mereka cenderung toleran dan membiarkan penyimpangannya.

Bahkan terhadap orang yang berusaha meluruskan kesalahan dan penyimpangannya dengan berdasarkan ilmu, mereka musuhi, benci, dan fitnah yang tidak tidak.

Maklum, mereka butuh dukungan perjuangan atau sekedar dukungan suara atas nama kamuflase Ukhuwah Islamiyyah.

Ini adalah konsekuensi dari transformasi pemahaman murjiah.

Antara Taqlid dan mengikuti argumentasi

Leave a comment

Taqlid itu artinya mengikuti seseorang dengan tanpa mengetahui argumennya (dalilnya).

Hal ini boleh jika memang ada keterbatasan dan urgen.

Adapun jika kita mengikuti seseorang karena mengetahui argumentasi nya, maka ini lebih utama dibandingkan yang sebelumnya

Hal ini lebih utama, walaupun kita tidak menguasai argumentasi nya secara sempurna.

Kenapa?
Karena agama itu mudah dan dimudahkan untuk dipahami.

Tulislah tulisan yang dapat merubah dunia

Leave a comment

Tulisan itu dapat merubah dunia.
Nggak usah yang muluk-muluk. Yang penting dunia kita dan keluarga kita dulu. Karena itu tanggung jawab kita dunia akherat.

Anda sering nulis, tapi anda tidak pernah ngobrol-ngobrol masalah tulisan anda itu dengan keluarga anda? Anda itu psycho atau anda itu jomblo sih?

Sakno….

Ketika kita baru menyadari betapa luar biasanya orang tua kita

Leave a comment

Kadang ketika kita kerepotan, kadang sebel, kadang bingung juga lagi nggak jelas maunya apa, dan harus banyak ekstra sabar dalam mengurus anak; maka kita baru menyadari betapa luar biasanya orang tua kita.

Padahal dulu kita sendiri sering bandel, ngeyel, banyak maunya, apalagi ketika “rebel phase” sama orang tua kita.

Catatan : Ngurus sendiri ya. Nggak pake baby sitter, pembantu, apalagi sampe ngerepotin kakek neneknya.

Cara memperbaiki Akhlak kita dengan cara menuduh diri kita munafik?

Leave a comment

Memperlakukan orang agar semua orang ridho kepadanya, maka inilah sifat sifat orang munafik.

Kalau dulu ada istilah ABS, asal bapak senang. Kalau sekarang mungkin “1000 teman kurang banyak, 1 musuh terlalu banyak”.

Rasulullah adalah orang yang paling baik dalam memperlakukan orang lain. Namun tetap ada orang yang tidak suka dan membenci beliau.

Membuat semua orang ridho maka itu adalah hal yang mustahil. Tapi kadang stereotype ini yang disukai oleh kebanyakan orang sekarang ini.

Apa mungkin gara gara sekarang ini banyak orang munafik ya?

***
Ah tapi rasulullah sikapnya terhadap orang munafik itu juga baik, dalam arti lebih banyak diam bersabar, dan proporsional.

Bahkan dulu para sahabat itu saking takutnya terhadap kemunafikan, sampai ada seorang sahabat yang menuduh dirinya telah menjadi munafik (baca : sahabat handholah). Hingga kemudian rasulullah menerangkan bahwa hal itu bukan kemunafikan.

Berkaca dari hal itu, apa mungkin salah satu cara efektif untuk memperbaiki akhlak kita dan meluruskan niat kita dalam bergaul dengan orang lain, adalah dengan cara mawas diri dan menuduh diri kita sendiri munafik dulu ya?

Hukum Thoghut : Antara Kafir Otomatis dan Kafir dengan Perincian

Leave a comment

Kenapa seorang Muslim yang berhukum dengan hukum Thoghut tidak langsung “OTOMATIS” dikafirkan, melainkan hanya dikafirkan dengan “PERINCIAN” setelah terpenuhi sebab, syarat, dan tidak ada udzur atau syubhat baginya?

– Hmm, saya coba jawab dengan cara lain ya. Gpp kan?
+ Iya gpp.

– Menurut antum orang yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah, dan yang mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah itu kafir nggak?
+ Tentu, kafir.

– Bukankah itu berarti dia berhukum dengan hukum thoghut, karena dia sudah melewati batas hingga menghalalkan apa yang diharamkan Allah atau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah?
+ Ya, tentu. Ini hukum thoghut. Dia berhukum dengan hukum thoghut yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah, dan mengharamkan yang dihalalkan Allah. Dia kafir, jelas. Dia pengikut dan pembela hukum thoghut.

– Khoir, tapi Rasulullah berkata bahwa sunguh benar-benar nanti akan ada ummatku yang menghalalkan zina, Sutera, khomr, dan alat-alat musik. Hadits tersebut shohih riwayat Bukhori.

Ok, lupakan masalah perkataan ma’azif (alat-alat musik) yang ada di hadits itu. Fokus kepada perkataan “Zina” dan “Khomr” dulu. Bukankah jelas zina dan khomr itu harom?

Dan Rasulullah jelas menggunakan perkataan ( يَسْتَحِلُّونَ ) “menghalalkan” di situ. Namun kenapa Rasulullah tetap mengatakan mereka dengan perkataan ( أُمَّتِى ) ” ummatii” atau ummatku di situ? Bukankah ummat Rasulullah itu orang Islam, bukan orang kafir?

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

“Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik. ” (Hr. Bukhori)

+ Hmmmmm……

– Oleh karena itu orang-orang yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah itu memang perbuatan harom, kufur, dan terancam dikafirkan. Demikian juga dengan orang-orang yang berhukum dengan hukum Thoghut hingga menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah, dan demikian juga sebaliknya.

Akan tetapi mereka tidak bisa “OTOMATIS” dikafirkan, kecuali dengan “PERINCIAN” dan verifikasi masalah sebab, syarat, dan udzur atau syubhatnya. Kalau itu terpenuhi baru dikafirkan.

Sebenarnya beda antara kami dan kalian itu hanya dalam masalah manhaj “OTOMATIS” dan manhaj “PERINCIAN”, kami juga sama-sama kok membenci dan mengingkari hukum Thoghut, sistemnya, dan pelakunya. Akan tetapi kami tidak gegabah dalam menghukumi pelakunya.

Apalagi hingga sampai menghasung pemberontakan, pembunuhan, dan terorisme kepada suatu pemerintahan negara beserta masyarakatnya. Yang mana hal itu akan menyebabkan tercabutnya nikmat Allah berupa keamanan, dan tumpahnya darah di mana-mana.

+ ………..

Memahami Muwazanah?

Leave a comment

Orang baik itu adalah orang yang keburukannya hanya memberikan kemadhorotan bagi dirinya saja. Tidak kepada orang lain.

Orang buruk itu adalah orang yang keburukannya memberikan kemadhorotan kepada dirinya dan orang lain.

Orang berbahaya itu adalah orang yang memiliki banyak kebaikan, namun memiliki kemadhorotan yang membahayakan dirinya sendiri dan juga orang lain, dengan bahaya yang besar.

Apakah ada Ahlul Bid’ah dan pendukung kebid’ahan yang tidak memiliki kebaikan?

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.